Nama : AdiyaAldiansyah
Kelas : 1TA05
NPM : 10315171
Tugas Ilmu Budaya Dasar
Manusia dan Kegelisahan
1. Pengertian
kegelisahan
Menurut saya kegeliasahan adalah sesuatu yang
dirasakan oleh manusia yang dimana rasa itu membuat manusia itu tidak nyaman
dan ingin segera meninggalkan hal yang membuatnya gelisah.
Menurut referensi lain
Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti
tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak
sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan
seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang
dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala
tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku
atau gerak.-gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan
mundar-mandir dalam ruang tertentu sambil
menundukkan kepala, memandang jauh ke depan sambil
mengepal-ngepalkan tangannya, duduk termenung sambil memegang kepalanya, duduk
dengan wajah murung atau sayu, malas bicara, dan lain-lain.
2. Macam – macam
kecemasan yang dialami manusia
Adapun seorang ahli psikonalisa yang bernama Sigmund
Freud berpandapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu
kecemasan kenyataan (obyektif),
kecemasan neorotik dan kecemasan moril.
Kecemasan Obyektif.
Kecemasan tentang kenyataan
adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya
dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseoarang yang
mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan
mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi
kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda
tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya.
Kecemasan akibat dari kenyataan yang pernah dialami
sangat terasa bilamana pengalaman itu mengancam eksistensi hidupnya, karena
seseorang tidak mampu mengatasinya waktu itu terjadilah kemudian apa yang
disebut stress. Contoh kenyataan yang dialami seseorang seperti kecemasan
yang dialami seorang anak kecil yang mendapat perlakuan kejam dari ayahnya.
Mungkin ia selalu cemas ketika berhadapan dengan orang yang seusia ayahnya,
tetapi ada pula yang memberikan reaksi membalik, karena ia mendendam, maka ia
berusaha selalu untuk ganti berbuat kejam sebagai pelampiasannya.
Kecemasan Neorotis (Syaraf).
Kecemasan ini timbul karena
pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini
dibagi menjadi tiga macam yakni :
Kecemasan yang timbul karena penyesuaian hati dengan
lingkungan. Kecemasan timbul karena orang itu takut akan bayangannya sendiri,
atau takut akan id-nya sendiri, sehingga menekan menguasai ego. Kecemasan
semacam ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah, yang selalu mengira
bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi.
Bentuk ketakutan yang tegang dan irasional (phobia).
Bentuk khusus dari phobia adalah, bahwa intensitet ketakutan melebihi proporsi
yang sebenarnya dari obyek yang ditakutannya. Misalnya seorang anak gadis takut
memegang benda yang terbuat dari karet. Ia tidak mengetahui sebab ketakutan
tersebut, setelah dianalisis, ketika masih kecil dulu ia sering diberi balon
karet oleh ayahnya, satu untuk dia dan satu untuk adiknya. Dalam suatu
pertengkaran ia memecahkan balon adiknya, sehingga ia mendapat hukuman yang
keras dari ayahnya. Hukuman yang didapatnya dan perasaan bersalah menjadi
terhubung dengan bola karet.
Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap dan
sebagainya. Reaksi ini munculnya secara tiba – tiba tanpa ada provokasi yang
tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan merdekan diri yang bertujuan membebaskan
seseorang dari kecemasan neoritis yang sangat menyakitkan dengan jalan
melakukan sesuatu yang dikehendaki ileh id meskipun ego dan superego
melarangnya. Misalnya seseorang yang tidak bisa menyanyi atau berbicara didepan
umum, sehingga ia merasa gelisah, gemetar, dan hilang keseimbangan, sehingga
sulit berbicara atau bernyayi.
Kecemasan Moril
Kecemasan moril desebabkan
karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki macam – macam emosi antara lain
: iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang.
Rasa iri, benci, dengki, dendam itu merupakan
sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasakan konsep yang
kurang sehat. Oleh karena itu sering alasan untuk iri, benci, dengki itu kurang
dapat dipahami orang lain.
Sifat – sifat seperti itu adalah sifat yang tidak
terpuji, bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir, takut, cemas,
gelisah dan putus asa. Misalnya sesorang yang merasa dirinya kurang cantik,
maka dalam pergaulannya ia terbatas kalau tidak tersisihkan, sementara itu ia
pun tidak berprestasi dalam berbagai kegiatan, sehingga kawan – kawannya lebih
diniai sebagai lawan. Ketidak mampuannya menyamai kawan – kawannya demikian
menimbulkan kecemasan moril.
3. Sebab-sebab
seseorang gelisah
Sigmon Freud seorang ahli psikoanalisa berpendapat,
bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia, yaitu: kecemasan
kenyataan, kcemasan neoritik dan kecemasan moril. Kegelisahan tidak jarang
bersahabat dengan umumnya kita. Ada yang gelisah karena faktor-faktor materi,
ada juga yang bukan karena hal- hal yang material.
Mungkin kegelisahan itu disebabkan antara lain:
1. Kesulitan ekonomi
2. Takut kehilangan harta, jabatan dan popularitas
3. Penyakit yang menahun
4. Kesulitan mendapatkan pasangan hidup yang ideal
5. Takut kehilangan pasangan hidup
6. Khawatir gagal dalam berkarier
7. Dan lainnya
Jika kesulitan ekonomi dijadikan alasan sebagai
penyebab utama, tentu masih banyak saudara kita yang lebih parah ekonominya
dari kita. Tapi sebagian mereka masih bisa tersenyum, dan nyenyak tidur hanya
dengan beralaskan tikar di bawah jembatan dan di pinggir jalan. Mengapa kita
harus gelisah?
Jika kekhawatiran hilangnya harta, jabatan atau
popularitas menjadi penyebab kegeliasahan. Bukankah semua ini memang tidak
kekal, semuanya bersifat sementara. Padahal masih lebih banyak saudara- saudara
kita yang hidup serba pas-pasan, tidak punya jabatan, apalagi popularitas.
Justru mereka sering dihina. Tapi anehnya, sebagian mereka masih bisa tersenyum
dan nyenyak tidur di dalam rumah kontrakan yang sempit dan pengap.
Jika pasangan hidup ideal yang menjadi penghalang
kebahagiaan rumah tangga, tentu kita saksikan banyak saudara-saudara kita tanpa
pasangan yang “ideal”, tapi mereka bisa menikmati kebahagiaan dalam rumah
tangga. Mengapa kita harus gelisah hanya karena belum mendapatkan pasangan yang
“ideal” dalam pikiran dan khayalan kita.
Bukankah Rasulullah saw telah memberi tuntunan dalam
mencari pasangan,
sekaligus kreterianya, cara memperolehnya, cara dan
cara … lainnya.
Kehilangan pasangan sering menjadi sebab kegelisahan
bahkan banyak menimpa kehidupan manusia, terutama kalangan istri. Semakin
banyak rizki dan harta yang diraihnya semakin besar kegelisan yang akan
menimpanya. Mengapa? Memang tidak sedikit terjadi melimpahnya harta membuka
peluang yang luas hilangnya kesetiaan pasangan suami-isteri.
Mungkin fenomena ini yang sering mendatangkan
kegelisahan. Bahkan tidak jarang sebagian isteri tak sanggup memejamkan matanya
di larut malam karena sang suami belum pulang. Pikirannya terbang melayang ke
alam yang negatif penuh curiga. Mengapa ini terjadi? Padahal sebelumnya
mengharapkan datangnya limpahan harta. Setelah harta melimpah justru
kegelisahan pun juga atang.
Pada dasarnya semua manusia mendambakan kebahagiaan,
dan tidak menginginkan kegelisahan. Kebahagiaan itu satu, dan kegelisahan juga
satu. Bisa diraih oleh setiap manusia yang kaya atau yang miskin, yang punya
jabatan atau yang jelata, yang ternama atau yang tak dikenal, berpasangan atau
yang belum, yang sehat atau sedang sakit, yang berkarier atau yang belum.
Sebaliknya kegelisahan juga bisa datang pada setiap manusia dari semua lapisan
dan tingkatan.
4. Contoh –
contoh kegelisahan manusia
Contoh:
1.Bila ada suatu tanda bahaya
(bahaya banjir, gunung meletus, atau perampokan), orang tentu
akan gelisah. Hal itu disebabkan karena bahaya itu mengancam akan
hilangnya beberapa hak orang
sekaligus. misalnya hak hidup,
hak milik, hak memperoleh perlindungan,
hak kemerdekaan hidup, dan mungkin hak nama baik.
2. Bila seseorang ditinggalkan oleh teman – teman
akrabnya tanpa sebab yang jelas, maka orang yang ditinggalkan tersebut akan
bingung dan gelisah, mengapa teman – temannya meninggalkan dia
5. Usaha – usaha
mengatasi kegelisahan manusia
Adapun uasaha – usaha mengatasi kegelisahan manusia
1. Mencari tahu
sebenarnya apa yang digelisahkan
2. Mencari
penyebab dari kegelisahan yang dirasakan
Contoh : seseorang merasa gelisah saat dia merasa
sendiri, dia mencari penyebab dari kegelisahan yang dirasakannya, dan ternyata
penyebab dia saat merasa sendiri adalah karena dia pernah ditinggalkan oleh
teman – teman dekatnya tanpa dia tahu sebenarnya salahnya itu apa.
3. Mencari
pemecahan masalah dari kegelisaha yang dirasakan
Contoh/: orang yang mengalami kegelisahan karena
ditinggalkan oleh teman-temannya tanpa alas an yang jelas, maak dia berusaha
mencari pemecahan masalah dari kegelisahan yang dialaminya dengan cara dia
berbicara kepada teman – temannya dari hati ke hati sebenarnya salah dia itu
apa sehingga dia dijauhi dan tinggalkan oleh teman – temannya.
6. Contoh –
contoh mengatasi kegelisahan manusia
Contoh : Dokter yang menghadapi istri
dan anaknya yang sedang sakit, justru tidak dapat merasa
tenang, karena ada ancaman terhadap haknya. Dokter tidak dapat berbuat
apa-apa bila menghadapi keluarganya yang
sakit, karena ia merasa khawatir. Dalam
hal ini dokter itu harus bersikap seperti
menghadapi pasien yang bukan keluarganya.
7. Pengertian
keterasingan
Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata
itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal,sehingga
kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain,
atau terpencil. Jadi kata terasingberarti hal-hal yang berkenaan dengan
tersisihkan dari pegaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.
8. Pengertian kesepian
Kesepian adalah suatu perasaan yang membuat
seseorang merasa sendirian, terasingi, dan seperti taka da yang
memperhatikannya
9. Sebab – sebab
seseorang mengalami kesepian
Ada empat penyebab dasar dari kesepian. Penyebab
pertama adalah transisi kehidupan. Transisi yang menyebabkan perubahan sehingga
kita merasa kesepian. Menjadi tua kemudian ditinggalkan anak dapat menciptakan
kesepian dalam hidup. Berganti pekerjaan, sakit keras, pensiun, dapat
menimbulkan kesepian.
Penyebab kedua adalah keterpisahan. Ketika kita
diisolasi dalam pengertian terpisah dari teman-teman dekat, terpisah dari
keluarga anda (dikarenakan karier, praktek kuliah, wajib militer, atau alasan
lainnya) itu dapat menyebabkan kesepian. Apalagi mereka yang sulit diakses
oleh alat komunikasi apapun. Sungguh mereka akan bisa merasakan kesepian.
Keterpisahan lainnya adalah perceraian/putus hubungan. Ini juga penyumbang
besar masalah kesepian dalam masyarakat.
Penyebab ketiga adalah direndahkan/dipermalukan.
Dalam dunia pekerjaan, dunia pendidikan atau dalam relasi sosial dengan orang
lain, bila mendapatkan ucapan yang merendahkan atau dipermalukan di depan umum
akan menimbulkan rasa kesepian yang dalam. Kita merasa diserang dan kita merasa
sendirian karena tidak ada yang membela. Melewati pengalaman seperti ini
menimbulkan perasaan kesepian yang menyakitkan
Penyebab keempat dari kesepian adalah
penolakan. Kita merasa sakit hati, tidak dianggap, tidak berguna, tidak
bisa diandalkan, tidak dicintai dan lain sebagainya.
10. Contoh – contoh seseorang yang
dilanda kesepian
Pangeran Aksara meninggalkan istana, tempat
kemewahan, keramaian dan ketidakpastian. Karena frustasi
menyaksikan kontradiksi keadaan istana dengan
keadaan luar istana yang penuh penderitaan, maka ia meninggalkan
istana pergi ke tempat yang sepi, mencari hakekat
hidup.
Bila kita perhatikan
sepintas lalu keterasingan dan kesepian itu
serupa tetapi tidak sama, namun ada hubungannya. Beda
antara keduanya hanya terletak pada sebab akibat.
Jadi kesepian itu akibat dari
keterasingan. Keterasingan akibat sikap sombong. angkuh,
kaku, keras kepala, sehingga dijauhi ternan-ternan sepergaulan. Karena
ternan-ternan menjauhi, maka orang yang bersikap sombong itu hidup terasing.
terpencil dari keramaian hidup sehingga kesepian.
11. Pengertian ketidakpastian
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti
artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang
jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidak pastian artinya keadaan
yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan
tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yangjelas. ltu semua
adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian
disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.
12. Sebab – sebab ketidakpastian
Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi
berpikir secara teratur, apalagi mengambil kesimpulan. Dalam berpikir manusia
selalu menerima rangsang-rangsang lain, sehingga jalan pikirannya menjadi kacau
oleh rangsang-rangsang barn. Kalau toh ia dapat berpikir baik akan memakan
waktu yang cukup lama dan sukar. Mereka menampakkan tanda-tandaobsesi, phobia,
delusi, gerakan-gerakan gemetar, kehilangan pengertian, kehilangan kemampuan
untuk menangkap sesuatu.
Sumber: