TUGAS EKONOMI TEKNIK 2
Apr 29, 2018
Mar 20, 2018
Ekonomi Teknik
Ekonomi Teknik
Ekonomi Teknik atau ENGINEERING ECONOMY, merupakan sebuah ilmu ekonomi yang membahas mengenai atau yang berkaitan dengan aspek-aspek pada ekonomi teknik. Aspek ekonomi dalam teknik terdiri dari beberapa hal antara lain yaitu evaluasi sistematis biaya yang akan dikeluarkan dan manfaat dari usulan proyek tersebut. Ekonomi teknik memuat tentang bagaimana membuat keputusan.
Ekonomi teknik muncul sebagai suatu alternatif
dimana timbulnya ragam permasalahan yang berhubungan dengan seorang engineer sehingga menghasilkan pilihan yang
terbaik dari berbagai alternatif pilihan yang bisa dijadikan solusi berdasarkan
atau atas dasar acuan ilmu ekonomi teknik. Alternatif timbul karena adanya
keterbatasan sumber daya, dengan adanya alternatif maka diperlukan perhitungan
untuk mendapatkan pilihan yang terbaik secara ekonomi. Hasil dari keputusan
yang akan diambil tentu akan menimbulkan konsekuensi yang akan berdampak jauh
pada masa yang akan datang, dimana dampaknya belum diketahui secara pasti,
sehingga penting untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut:
1.
Memprediksi kondisi masa yang akan datang.
2.
Mengetahui perkembangan teknologi.
3.
Sinergi proyek-proyek yang akan dibiayai.
· Analisis
Sensitivitas
Analisis sensitivitas merupakan
pengambilan keputusan yang didasarkan faktor-faktor (parameter) tertentu yang
tidak diketahui secara pasti apakah mengharuskan kita untuk menganalisa
seberapa besar faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi dalam pengambilan
keputusan.
Berikut adalah langkah - langkah dalam
pengambilan keputusan:
1. Mengenal
permasalahan.
2. Definisikan
tujuan.
3. Kumpulkan
data yang relevan.
4. Identifikasi
alternative yang memungkinkan (feasible).
5. Seleksi
kriteria untuk pertimbangan alternatif terbaik.
6. Modelkan
hubungan antara kriteria, data dan alternative.
7. Prediksi
hasil dari semua alternative.
8. Pilih
alternatif terbaik.
Dalam pengambilan keputusan juga terdapat perinsip perinsip yang
harus di ketahui, seperti berikut :
1. Menggunakan
suatu ukuran yang umum (misal, nilai waktu uang, nyatakan segala sesuatu dalam
bentuk moneter).
2. Memperhitungkan
hanya pada perbedaannya (menyederhanakan alternatif yang dievaluasi dengan
mengesampingkan biaya-biaya umum dan sunk cost (biaya
yang telah lewat) dapat diabaikan).
3. Mengevaluasi
keputusan yang dapat dipisah secara terpisah (misal keputusan finansial dan
investasi).
4. Mengambil
sudut pandang sistem (sektor swasta atau sektor publik).
5. Menggunakan
perencanaan ke depan yang umum (bandingkan alternatif dengan bingkai waktu yang
sama).
·
Contoh
kasus
Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan
secara manual. Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan
pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur, asuransi, biaya cuti dan
sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp. 9.200.000,00 Pengendalian secara manual ini
disebut alternatif A. Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat,
pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis
ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif
B) yang harganya adalah Rp. 15.000.000. Dengan menggunakan pengendalian
otomatis tersebut, gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp. 3.300.000
tiap tahun. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik, pemeliharaan
dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp. 400.000, Rp.1.100.000, dan
Rp. 300.000. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar
Rp. 1.300.000 tiap tahun. Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama
10 tahun dengan nilai akhir nol. Jika suku bunga i = 9% (MARR), tentukan
alternatif mana yang dipilih. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran
kas tersebut :
Jawab :
NPW = 0 = -15.000.000 + 2.800.000 (P/A, i%, 10)
Atau NAW = 0 = -15.000.000 (A/P, i%, 10) + 2.800.000
Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13,3%.
Karena i = 13,3% > 9% maka pilih alternatif B
karena lebih ekonomis.
Jika digunakan perhitungan EUAC maka diperoleh :
EUAC (A) = Rp. 9.200.000
EUAC (B) = 15.000.000 (A/P, 9%, 10) + 3.300.000 +
400.000 + 1.100.000 + 300.000
+ 300.000 = Rp. 8.737.000
Jun 17, 2017
Program Linear
Pemograman linier menggunakan model matematika untuk menggambarkan suatu masalah. Sifat linier di sini berarti semua fungsi matematika harus berupa fungsi linier, sedangkan kata pemrograman berarti perencanaan. Sehingga pemrograman linier meliputi perencanaan aktivitas untuk mendapatkan hasil optimal, yaitu sebuah hasil yang mencapai tujuan yang terbaik (menurut model matematika) diantara semua kemungkinan alternatif yang ada. Hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah mencari tahu tujuan penyelesaian masalah dan apa penyebab masalah tersebut.
- Metode Big M
Metode Big M digunakan untuk menyelesaikan fungsi-fungsi dalam program linier yang tidak berada dalam bentuk baku atau standar. salah satu contoh masalah dalam kendala fungsional adalah bila fungsi dalam bentuk-bentuk = atau ≥ atau bahkan ruas kanan yang negatif. Fungsi kendala dengan pertidaksamaan ≥ mempunyai surplus variable, tidak ada slack variables. Surplus variable tidak bisa menjadi variabel basis awal, dengan demikian harus ditambahkan satu variabel baru yang dapat berfungsi sebagai variabel basis awal.
Sebelum mencari variabel apa yang akan menjadi variabel nonbasis bahkan basis perlu dilakukan suatu teknik pendekatan khusus untuk mengubah fungsi tersebut ke bentuk baku atau standar. Teknik pendekatan khusus tersebut dengan cara menambahkan variabel dummy (variabel artifisial) pada kendala fungsional dan teknik ini disebut dengan teknik variabel artifisial. Ada pun prosedur mendapatkan BF awal pada kendala fungsional adalah sebagai berikut :
- Gunakan teknik variabel artifisial
Tambahkan variabel artifisal nonegatif pada fungsi kendala yang belum baku, dan anggaplah variabel artifial tersebut sebagai salah satu variabel slack
- Tugaskan pinalty yang besar
Berilah nilai variabel artifisial dengan nilai > 0 sehingga koefisien variabel artifisial menjadi M (big m) secara simbolik yang menunjukkan bahwa variabel artifisial tersebut memiliki angka positif raksasa ( dan pengubahan atas variabel artifisial bernilai 0 (variabel nonbasis) dalam solusi optimal disebut metode big m).
- Metode Dua Fase
Menyelesaiakan suatu persoalan dimana variabelnya lebih dari dua, dapat menggunakan suatu metode yang bertahap. Metode ini disebut sebagai metode dua fase. Pada dasarnya Metode dua fase (phase) sama seperti metode big M yang juga digunakan untuk menyelesaikan persoalan pemrograman linier yang memiliki bentuk yang tidak standar. Berikut ini adalah prosedur menggunakan metode dua fase :
- Inisialisasi
Menambahkan variabel-variabel artifisal pada fungsi kendala yang memiliki bentuk tidak standar. Variabel artificial ini ditambahkan pada fungsi batasan yang pada mulanya memiliki tanda (³). Hal ini digunakan agar dapat mencari solusi basic fesibel awal.
- Fase 1
Digunakan untuk mencari basic feasible awal. Pada fase 1 memiliki langkah-langkah dimana tujuannya adalah meminimalkan variabel artifisial ( Min Y= Xa)
s.t : Ax = b
X = 0
Pada fase pertama bertujuan untuk memperoleh penyelesaian yang optimum dari suatu permasalahan. Pada fase pertama fungsi tujuan selalu minimum variabel artificial, meskipun permasalahan yang ada adalah permasalahan yang maksimum. Dalam meyelesaikan pada fase pertama, yaitu membuat nilai nol dulu pada variabel artifisial, kemudian melanjutkan iterasi seperti proses iterasi biasanya(dengan aturan meminimumkan). Berhenti ketika pada baris ke-0 bernilai £ 0. Fase pertama dianggap telah selesai atau memperoleh penyelesaian yang optimal apabila variabel artifisial adalah merupakan variabel basis, sedangkan apabila variabel artifisial adalah variabel non basis, maka masalah dianggap tidak mempunyai penyelesaian yang optimal, sehingga harus dilanjutkan ke fase yang kedua.
- Fase 2
Digunakan untuk mencari solusi optimum pada permasalahan riil. Karena variabel artifisial bukan termasuk variabel dalam permasalahan riil, variabel artifisial tersebut dapat dihilangkan ( Xa=0). Bermula dari solusi BF yang didapatkan dari akhir fase 1.
- Metode Simpleks
Metode simpleks adalah salah satu teknik penyelesaian pemrograman linier selain menggunakan metode grafis. Metode simpleks diaplikasikan pada komputer dan metode tersebut sangat membantu untuk permasalahan pemrograman linier yang rumit karena menggunakan fungsi dan variabel yang banyak dan tak mampu diselesaikan oleh metode grafis. Penentuan solusi optimal menggunakan metode simpleks didasarkan pada teknik eleminasi Gauss Jordan. Penentuan solusi optimal dilakukan dengan memeriksa titik ekstrim satu per satu dengan cara perhitungan iteratif. Sehingga penentuan solusi optimal dengan simpleks dilakukan tahap demi tahap yang disebut dengan iterasi. Iterasi ke-i hanya tergantung dari iterasi sebelumnya (i-1).
Sebelum melakukan perhitungan iteratif untuk menentukan solusi optimal, pertama sekali bentuk umum pemrograman linier dirubah ke dalam bentuk baku terlebih dahulu. Bentuk baku dalam metode simpleks tidak hanya mengubah persamaan kendala ke dalam bentuk sama dengan, tetapi setiap fungsi kendala harus diwakili oleh satu variabel basis awal. Variabel basis awal menunjukkan status sumber daya pada kondisi sebelum ada aktivitas yang dilakukan. Dengan kata lain, variabel keputusan semuanya masih bernilai nol. Dengan demikian, meskipun fungsi kendala pada bentuk umum pemrograman linier sudah dalam bentuk persamaan, fungsi kendala tersebut masih harus tetap berubah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat bentuk baku, yaitu :
- Fungsi kendala dengan pertidaksamaan ≤ dalam bentuk umum, dirubah menjadi persamaan (=) dengan menambahkan satu variabel slack.
- Fungsi kendala dengan pertidaksamaan ≥ dalam bentuk umum, dirubah menjadi persamaan (=) dengan mengurangkan satu variabel surplus.
- Fungsi kendala dengan persamaan dalam benttuk umum,ditambahkan satu artificial variabel (variabel buatan).
Sumber :
http://www.academia.edu/11623031/METODE_BIG_M
http://berbagidenganmahasiswa.blogspot.co.id/2014/08/metode-2-fase.html
http://awank38.blogspot.co.id/2015/01/metode-simpleks-dalam-program-linier.html
May 6, 2017
Tuas Riset Operasi 2 dan 3
Riset Operasi 2 dan 3
Metode di darat
a) Metode Grafik
b) Metode OBE
c) Metode Simpleks
d) Metode Dua Fasa
e) Metode Primal Dual
Moda Darat
Moda
transportasi merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan alat angkut yang
digunakan untuk berpindah tempat dari satu tempat ketempat lain. Moda yang
biasanya digunakan dalam transportasi dapat dikelompokkan atas moda yang ber
jalan didarat, berlayar di perairan laut dan pedalaman serta moda yang terbang
di udara. Moda yang didarat juga masih bisa dikelompokkan atas moda jalan, moda
kereta api dan moda pipa.
Moda Laut
Karena
sifat fisik air yang menyangkut daya apung dan gesekan yang terbatas, maka
pelayaran merupakan moda angkutan yang paling efektip untuk angkutan barang
jarak jauh barang dalam jumlah yang besar. Pelayaran dapat berupa pelayaran
paniai, pelayaran antar pulau, pelayaran samudra ataupun pelayaran pedalaman melalui
sungai atau pelayaran di danau. Didalam pelayaran biaya terminal dan perawatan
alur merupakan komponen biaya paling tinggi, sedangkan biaya pelayarannya
rendah.
Moda Udara
Moda
transportasi udara mempunyai karakteristik kecepatan yang tinggi dan dapat
melakukan penetrasi sampai keseluruh wilayah yang tidak bisa dijangkau oleh
moda transportasi lain. Di Papua ada beberapa kota yang berada di pedalaman
yang hanya dapat dihubungkan dengan angkutan udara, sehingga papua merupakan
pulau dengan lebih dari 400 buah bandara/landasan pesawat/air strip dengan
panjang landasan antara 800 sampai 900 meter. Perkembangan industri angkutan
udara nasional, Indonesia sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis wilayah
yang ada sebagai suatu negara kepulauan. Oleh karena itu, Angkutan udara
mempunyai peranan penting dalam memperkokoh kehidupan berpolitik, pengembangan
ekonomi, sosial budaya dan keamanan & pertahanan.
Metode
Transportasi
adalah
suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber – sumber yang
menyediakan produk – produk yang sama di tempat- tempat yang membutuhkan secara
optimal. Alokasi produk ini harus diatur sedemikian rupa karena terdapat
perbedaan biaya transportasi (alokasi) dari suatu sumber ke beberapa tujuan
yang berbeda – beda dan dari beberapa sumber ke suatu tujuan juga berbeda –
beda.
Ada
tiga macam metode dalam metode transportasi:
1. Metode Stepping
Stone
2. Metode
Modi (Modified Distribution)
3. MetodeVAM
(Vogel’s Approximation Method)
Kasus dalam
pemilihan rute
Pencarian
rute terpendek merupakan satu masalah yang banyak dibahas dalam transportasi,
misalnya seorang pengguna jalan ingin melakukan perjalanan dari suatu tempat
asal ke tempat tujuan, dimana dalam melakukan perjalanan tersebut pengguna
tentu akan menggunakan rute terpendek dari beberapa rute yang menghubungkan
asal dengan tujuannya. Dapat dilihat bahwa, penentuan rute terpendek memegang
peranan penting karena dapat mengefisiensikan jarak, waktu dan biaya yang
dibutuhkan untuk mencapai suatu daerah tujuan tertentu. Rute yang ditempuh oleh
pengguna jalan dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari umumnya hanyalah rute
yang sering (biasa) dilalui ataupun rute yang dianggab terpendek berdasarkan
persepsi pribadi/orang lain yang pada kenyataannya hal tersebut belum tentu
benar. Sebagai contoh, terkadang rute dengan jarak yang pendek mempunyai
tingkat kemacetan yang lebih tinggi sehingga waktu tempuh lebih lama dibanding
rute yang sedikit lebih panjang tetapi tingkat kemacetannya rendah. Hal ini
disebabkan karena masih tingginya persepsi pengguna jalan bahwa rute yang
pendek merupakan rute dengan waktu terpendek (tercepat). Dari hasil penelitian
diperoleh rute terpendek dengan perhitungan (baik dengan algoritma Dijkstra
maupun Floyd-Warshall) dan hasil wawancara/kuisioner. Dimana terlihat bahwa
hanya terdapat 33% pengguna jalan yang memilih rute tersebut, sama dengan rute
yang diperoleh dari hasil perhitungan, sedangkan pengguna jalan lainnya (67%) hanya
berdasarkan anggapan/persepsi dimana rute yang dipilihnya merupakan rute
terpendek. Persepsi pemilihan rute terpendek yang berbeda-beda dapat dilihat
dari latar belakang/alasan pengguna jalan dalam penentuan rute terpendek. Dari
hasil penelitian diperoleh 40% pengguna jalan memperhitungkan waktu tempuh
dalam melakukan pemilihan rute , 28% karena kebiasaan, 6% menganggap bahwa rute
yang dipilihnya terdapat lebih sedikit angkutan lainnya, 2% lebih sedikit
persimpangan dan 4% dengan alasan-alasan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa
waktu tempuh merupakan alasan/latar belakang utama dalam pengguna jalan dalam
memilih rute.
Sejarah Teori
Antrian
System
antrian atau sering disebut juga waiting line theory diciptakan pada tahun 1909
oleh seorang matematikawan dan insinyur berkebangsaan Denmark yang bernama A.K
Erlang yang mempelajari fluktuasi permintaan fasilitas telepon dan
keterlambatan pelayanannya. Teori ini pertama kali diperkenalkan pada tahun
1913 yang dimulai menggunakan konsep dan struktur system antrian sebelum
mengembangkan model matematisnya. Teori ini dirancang untuk memperkirakan
berapa banyak langganan menunggu dalam suatu garis antrian, kepanjangan garis
tunggu, seberapa sibuk fasilitas pelayan, dan apa yang terjadi bila waktu
pelayanan atau pola kedatangan berubah.
Biasanya antrian
terlihat setiap harinya pada:
1. Deretan mobil
yang mengantri untuk mengambil tiket atau membayar jalan tol.
2. Antrian
pengambilan DNU dan DNS mahasiswa Gunadarma di loket 1 BAAK.
3. Antrian dalam
pembelian tiket di bioskop.
4. Menunggu pesanan
pada suatu restoran.
5. Antrian pesawat
di lapangan udara.
6. Peralatan yang
menunggu diservis.
7. Kedatangan kapal
di suatu pelabuhan.
8. Antrian
pembayaran listrik.
Model antrian paling
tidak memerlukan 3 jenis data, yaitu:
1. Tingkat
kedatangan rata-rata langganan untuk mendapatkan pelayanan.
2. Tingkat pelayanan
rata-rata.
3. Jumlah fasilitas
pelayanan.
Sedangkan
elemen-elemen yang membentuk system antrian adalah:
1. Populasi masukan
(input)
Yaitu jumlah total
unit yang memerlukan pelayanan dari waktu ke waktu atau disebut jumlah total
langganan potensial. Input dapat berupa populasi orang, barang, komponen atau
kertas kerja yang dating pada system untuk dilayani. Asumsi yang digunakan
untuk input dalam antrian adalah terbatas.
2. Arriver pattern
(pola kedatangan) adalah dengan cara bagaimana individu-individu dari populasi
memasuki system. Untuk pola kedatangan menggunakan asumsi distribusi
probabilitas poisson, yaitu salah satu dari pola-pola kedatangan yang paling
umum bila kedatangan didistribusikan secara random. Ini terjadi karena
distribusi poisson menggambarkan jumlah kedatangan per unit waktu bila sejumlah
besar variable-variabel random mempengaruhi tingkat kedatangan. Bila pola
kedatangan individu-individu mengikuti suatu distribusi poisson, maka waktu
antar kedatangan atau inter arriver time (waktu kedatangan setiap individu)
adalah random) dan mengikuti suatu distribusi eksponential.
3. Disiplin antrian
Disiplin antrian
menunjukan pedoman keputusan yang digunakan untuk menyeleksi individu-individu
yang memasuki antrian untuk dilayani terlebih dahulu.
Macam-macam disiplin
antrian:
a.First come first
served (FCFS)
b.Shortest operation
(service) time (SOT)
c.Last come first
served (LCFS)
d.Longest operating
time (LOT)
e.Service in random
order (SIRO)
f.Emergency first or
critical condition first.
4. Kepanjangan
antrian
Kepanjangan antrian
ada yang terbatas dan tidak terbatas.
5. Tingkat pelayanan
Waktu pelayanan
(sevice time) adalah waktu yang digunakan untuk melayani individu-individu
dalam suatu system. Apabila waktu pelayanan mengikuti distribusi eksponensial
atau distribusi acak, waktu pelayanan (unit/jam) akan mengikuti ditribusi
poisson.
6. Keluaran (exit)
Sesudah individu
selesai dilayani, maka ia akan keluar system.
Mar 3, 2017
Riset OPerasi Tugas 1 : AHP dan Expert choise dalam
bidang teknik sipil.
·
Apa yang dimaksud dengan AHP.
Analitycal Hierarchy Process atau yang biasa di singkat AHP
adalah metode untuk memecahkan suatu situasi yang komplek tidak terstruktur ke
dalam beberapa komponen dalam susunan yang hiratki, dengan memberi nilai
subjektif tentang petingnya setiap variable secara relative, dan menetapkan
variable mana yang memiliki prioritas paling tinggi guna mempengaruhi hasil
pada situasi tersebut.
Metode AHP di
kembangkan oleh Thomas L Saaty, seorang ahi matematikia. Metode ini adalah
sebuah kerangka untuk mengambil keputusan dengan efektif atas persoalaan yang
komplesks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan
dengan memecahkan persoalan tersebut kedalam bagian-bagian, menata bagian atau
variable ini dalam suatu susunan hirarki, memberi nilai numeric pada
pertimbangan subjektif tentang pentinngnya tiap variable dan mensintesis
bebragai pertimbangan ini untuk menetapkan variable mana yang memiliki proritas
paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil pada situasi tersebut.
·
Kelebihan Analitycal
Hierarchy Process (AHP)
Kelebihan
AHP dibandingkan dengan lainnya adalah :
1. Struktur
yang berhirarki, sebagai konsekwensi dari kriteria yang dipilih, sampai pada
subkriteria yang paling dalam.
2. Memperhitungkan
validitas sampai dengan batas toleransi inkosistensi berbagai kreiteria dan alternative
yang dipilih oleh para penngambil keputusan.
3. Memperhitungkan
daya tahan atau ketahanan output analisis
sentisitivitas pengambilan keputusan.
Selain
itu AHP, mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah yang multi obyektif dan
multi-kriteria yang berdasarkan pada pertimbangan prefikasi dari setiap elemen
dalam hirarki.. jadi, model ini merupakan suatu pengambilan keputusan yang
komprehensif.
Expert
choise adalah suatu system yang digunakan untuk melakukan analisa, sistematis
dan pertimbangan (justifikasi) dari sebuah evaluasi keputusan yang kompleks.
Expert Choise juga merupakan alat bantu
impementasi model-model dalam dicission support system (DSS) atau yang
lebih dikenal dengan sebutan system penunjang keputusan (SPK) dalam sebuah
perusahaan ataupun untuk keperluan akademik (PBM). Ada beberapa kemudahan dalam
Expert Choise dibandingkan system sejenis, antara lain :
1. Fasilitas
GUI yang mudah diguakan. Sehingga cocok digunakan baik bagi kalangan perusahaan
ataupun bagi kalangan akademik yang baru saja mempelajari tentang seluk beluk system
penunjang keputusan.
2. Banyak
fitur-fitur yang menyediakan pemodelan decision support system secara baik,
tanpa peru melakukan instalasi atau setting unlang parameter-parameter yang
terlalu bannyak.
Expert choise telah
banyak digunakan oleh bebagai instalasi bisnis dan pemerintah diseluruh dunia
dalam berbagai bentuk aplikasi, antara lain :
1. Pemilihan
alternative.
2. Alokasi
sumber daya.
3. Keputusan
evaluasi dan upaya karyawan.
4. Qulaity
function Deployment.
5. Penentuan
harga.
6. Perumusan
strategi pemasaran.
7. Dll.
·
Penggunaan system Exprim Chiose untuk
metode AHP
Dengan
menggunakan Expert choise, maka tidak ada lagi metode coba-coba dalam proses
pengambilan keputusan. Dengan didasari oleh AHP, penggunaan hiarki dalam Expert
Choise bertujuan untuk mengorganisir perkiraan dan intuisi dalam suatu bentuk
logi. Pendekatan secara hierarki ini memungkinkan pembilan keputusan untuk
menganalisa seluruhn pilihan untuk pengambilan keputusan yang efektif .
·
Contoh dalam Bidang Teknik Sipil
Menurut saya dari hasil
rincian yang sudah di bahas sebelumnya : adalam bidang teknik sipil di perlukan
AHP untuk memperhitungkan daya suatu bangaunan di mana apakah bangunan tersebut
layak atau tidak untuk di huni dalam waktu yang
lama serta Expert choise yang sembantu menangani pilihan yang ada yang akan
di dapat dalam perhitungan AHP.
·
Sumber :
http://aninditasaktiaji.blogspot.com/2011/01/expert-choice-untuk-melakukan-kalkulasi.html
Subscribe to:
Posts (Atom)


