TUGAS ke-2
MAKALAH
ILMU SOSIAL DASAR
ILMU SOSIAL DASAR
Disusun oleh
:
Nama : Aditya Aldiansyah
NPM : 10315171
Kelas : 1TA05
Fakultas : Teknik Sipil dan Perencanaan
Jurusan : Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Kelapa Dua
2015
Nama : Aditya Aldiansyah
NPM : 10315171
Kelas : 1TA05
Fakultas : Teknik Sipil dan Perencanaan
Jurusan : Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Kelapa Dua
2015
KATA
PENGANTAR
Dengan
memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Atas segala rahmat dan
petunjuk serta bimbingannya sehingga makalah ini dapat kami selesaikan tepat
waktunya.
Makalah ini adanya pembuatan makalah ini bertujuan agar mahasiswa-mahasiswi dapat mengetahui lebih jelas tentang Ilmu Sosial Dasar. Selama beberapa hari ini kami berusaha untuk menyelesaikan makalah walaupun banyak yang kami alami, namun pada akhirnya kami dapat menyelesaikannya.
Semoga makalah ini dapat berguna bagi pihak-pihak yang membutuhkan makalah ini. Namun kami masih sangat membutuhkan dorongan yang sifatnya membangun baik material maupun spiritual untuk kearah yang lebih baik, oleh karna itu kami ucapkan terima kasih atas segala dorongan yang bapak/ibu berikan.
Makalah ini adanya pembuatan makalah ini bertujuan agar mahasiswa-mahasiswi dapat mengetahui lebih jelas tentang Ilmu Sosial Dasar. Selama beberapa hari ini kami berusaha untuk menyelesaikan makalah walaupun banyak yang kami alami, namun pada akhirnya kami dapat menyelesaikannya.
Semoga makalah ini dapat berguna bagi pihak-pihak yang membutuhkan makalah ini. Namun kami masih sangat membutuhkan dorongan yang sifatnya membangun baik material maupun spiritual untuk kearah yang lebih baik, oleh karna itu kami ucapkan terima kasih atas segala dorongan yang bapak/ibu berikan.
PERTUMBUHAN PENDUDUK
·
Pertumbuhan penduduk adalah salah satu
faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk
khususnya . Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi
penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah
atau bahkan Negara bahkan Dunia
Misal
: Dengan bertambahnya penduduk berarti pula harus bertambah pula persediaan
makanan, perumahan , kesempatan kerja, jumblah gedung sekolah, dan sebagainya
Berikut
Merupakan perkembangan jumblah penduduk dunia sejak tahun 1830 sampai 2006
sebagai berikut
Perkembangan penduduk
Dunia dari tahun 1830-2006
|
Tahun
|
Jumlah Penduduk
|
Perkembangan pertahun
|
|
1830
|
1 milyard
|
-
|
|
1930
|
2 milyard
|
1%
|
|
1960
|
3 milyard
|
1,7%
|
|
1975
|
4 milyard
|
2,2%
|
|
1987
|
5 milyard
|
2%
|
|
1996
|
6 milyard
|
2%
|
|
2006
|
7 milyard
|
2%
|
Sumber : Iskandar N, Does Sampurno Masalah Pertumbuhan
Penduduk di Indonesia
Kalau dilihat dari table dia atas pertumbuhan semakin cepat. Penggadaan
penduduk ( double population ) jangka waktunya makin singkat. Bertambah
cepatnya pertumbuhan penduduk tersebut dapat dapat dilihat dari table berikut :
·
Tabel
Penggandaan penduduk Dunia
|
Tahun Penggandaan
|
Perkiraan Penduduk Dunia
|
Waktu
|
|
800 SM
|
5 Juta
|
-
|
|
1650 Tahun
|
500 Juta
|
1500
|
|
1830 Tahun
|
1 milyard
|
180
|
|
1930 Tahun
|
2 milyard
|
100
|
|
1975 Tahun
|
3 milyard
|
45
|
Sumber : Ehrlich, Paul, R, et al,
Human Ecology W.H. Freeman and Co San Franscisco.
·
Faktor-Faktor
demografi yang mempengaruhi pertumbuhan
Penambahan/
Perumbuhan penduduk di suatu Daerah atau Negara pada dasarnya dipengaruhi oleh
faktor-faktor demografi sebagai berikut :
1.
Kematian
(Molaritas)
2.
Kelahiran
(Fertilitas)
3.
Migrasi
·
Menuliskan
Rumus Tingkat Kematian yang Kasar dan Halus
Kematian
Ada beberapa tingkat kematian. Akan tetapi di sinilah
dijelaskan 2 jenis tingkat kematian saja yaitu :
A.
Tingkat
Kematian Kasar ( Crude Death Rate/CDR )
Tingkat kematian kasar
adalah banyaknya orang yang meninggal pada setiap tahun per jumlah penduduk
pertengahan tahun tersebut. Secara dapat dinyatakan tiap tahun 1.000 orang.
Sehingga dapat dituliskan dengan rumus :
D = Jumlah Kematian
CDR =
Atau :
CDR =
PM : Jumlah
Penduduk Pertengahan Tahun
D : Jumalah Kematian
K : Knostanta : 1.000
Jadi jumlah penduduk yang mewakili suatu tahun tertentu iyalah
jumlah jumlah penduduk pada bulan Juni.
Penduduk pertengahan
tahun ini dapat di cari dengan rumus sebagai berikut :
1.
Pm
=
(P1 + P2)
2.
Pm
= P1
3.
Pm
= P2
Pm = Jumlah
Penduduk Pertengahan Tahun
P1 = Jumlah Penduduk pada Awal Tahun
P2 =
Jumlah Penduduk pada Akhir Tahun
B.
Tingkat
Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
Karena
tingkat kematian itu di sebabkan oleh beberapa faktor antara lain umur, jenis
kelamin, pekerjaan. Umpama laki-laki berumur 85 tahun mempunyai kemungkinan
lebih besar untuk mati dari pada laki-laki berumur 25 tahun. Seorang laki-laki
yang berada di medan perang lebih besar kemungkinan untuk mati dari pada isteri
mereka yang ada di rumah.
Karena perbedaan
resiko kematian tersebut, maka digunakan tingkat kematian menurut umur
(Specific Death Rate). Dengan tingkatan ini menunjukan hasil yang lebih teliti.
Karena angka ini menyatakan kebanyakan kematian pada kelompok umur tertentu
1000 penduduk pada kelompok umur yang sama, maka dapat di buat rumus sebagai
berikut:
ASDR =
Di = Kematian penduduk pada
kelompok umur i
pm = Jumlah penduduk pada
pertengahan tahun kelompok umur i
K = konstanta (=1000)
·
Angka
Kelahiran
Angka
kelahiran di Indonesia terjadi sangat pesat tidak seimbang dengan jumlah
kematian yang terjadi.
Angka kelahiran tersebut dapat dijabarkan dengan fertilitas atau yang seringkita kenal dengan sebutan pengukuran kelahiran hidup.
Angka kelahiran tersebut dapat dijabarkan dengan fertilitas atau yang seringkita kenal dengan sebutan pengukuran kelahiran hidup.
Pengukuran
fertilitas terjadi karena disebabkan oleh beberapa alasan sebagai berikut :
1. Sangat sulitnya
memperoleh angka statistic lahir hidup karena banyak sekali bayi-bayi yang
meninggal setelah adan sesaat melahirkan.
2. Wanita tua sudah tidak bisa melahirkan dan
walupun terjadi semua itu sangat kecil kemungkinannnya untuk mendapatkan
seorang anak.
3. Pengukuran fertilasi akan melibatkan satu
orang saja, karena tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melakukannya
denagn dibarengi tingkat kesuburan wanita tersebut.
Fertility adalah jumlah kelahiran dari seorang wanita atau sekelompok wannita. Yang maksudnya lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan misalnya :
bernafas,bergerak,berteriak atau menangis. Ada denyuatan jantung dan sebagainya.
Angka kelahiran tersebut dapat dirumuskan :
CBR = Jumlah lahir hidup/(dibagi)Jumlah penduduk pd pertengahan thn x(dikalikan) 1000.
·
Migrasi
Migrasi
adalah suatu proses perpindahan penduduk dari suatu daerah atau desa ke kota
besar yang disebabkan kurangnya lapangan kerja di daerah atau desa tersebut
yang menyebabkan meledaknya penduduk yang ada di kota besar
·
Macam-macam Migrasi
1. Migrasi
Internasional adalah perpindahan
penduduk dari suatu negara ke negara lainnya. Migrasi internasional dibagi
menjadi tiga , yaitu :
– Imigrasi: Masuknya penduduk ke suatu Negara
– Emigrasi: Keluarnya penduduk ke negara lain
– Remigrasi: Kembalinya Penduduk ke negara
2. Migrasi
Nasional adalah perpindahan penduduk di dalam satu negara. Dibagi
menjadi empat , yaitu:
– Urbanisasi: Perpindahan penduduk Dari Desa ke
Kota
– Transmigrasi: Perpindahan penduduk Dari Pulau ke
Pulau
– Ruralisasi: Perpindahan penduduk Dari Kota ke Desa
– Evakuasi: Perpindahan
penduduk Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman, biasanya terjadi
kerena bencana alam, peperangan, dll.
- Faktor-faktor
Penyebab Terjadinya Migrasi Secara
umum faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi adalah sebagai
berikut :
-Faktor ekonomi, yaitu ingin mencari kehidupan yang lebih
baik di tempat yang baru
– Faktor keselamatan, yaitu ingin
menyelamatkan diri dari bencana alam seperti tanah longsor, gempa bumi, banjir,
gunung meletus dan bencana alam lainnya
– Faktor keamanan, yaitu migrasi
yang terjadi akibat adanya gangguan keamanan seperti peperangan, dan konflik
antar kelompok
– Faktor politik, yaitu migrasi yang
terjadi oleh adanya perbedaan politik di antara warga masyarakat seperti RRC
dan Uni Soviet (Rusia) yang berfaham komunis
– Faktor agama, yaitu migrasi yang
terjadi karena perbedaan agama, misalnya terjadi antara Pakistan dan India
setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris
– Faktor kepentingan pembangunan,
yaitu migrasi yang terjadi karena daerahnya terkena proyek pembangunan seperti
pembangunan bendungan untuk irigasi dan PLTA
– Faktor pendidikan, yaitu migrasi
yang terjadi karena ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
- Proses Migrasi
1.
Proses migrasi ia menetap di suatu
wilayah
2.
Proses migrasi hanya sementara diwilayah itu
sewaktu-waktu ia dapat kembali lagi ke wilayah tempat asalnya
3.
Hanya sekedar berlibur diwilayah itu Proses
keberangkatan migrasi bisa dilakukan dengan cara-cara tertentu misalkan kalau
imigran hanya satu orang bisa melakukannya dengan naik sepeda motor, kalau
imigran dengan banyak orang satu keluarga maka bisa melakukannya dengan naik
kendaraan roda empat atau juga naik kapal laut itulah yang biasa dilakukan
imigaran dalam melakukan migarasi di Negara Indonesia. Tahun pun makin lama
makin berlaju dan proses imigrasi pun menjadi sangat lebih pesat dan perubahan
yang terjadi dari mulai tahun yang lalu higga tahu ini sangatlah banyak, pada
tahun ini tercatat banyak sekali imigran illegal/gelap yang tidak mendaftarkan
dirinya pada sensus penduduk pada kota asalnya balia semua itu terjadi begitu
saja tanpa adanya rasa kesadaran maka makin lama akan terjadi kepadatan
penduduk akan teradi dan susah menanganinya dikarenakan susahnya mendata para
imigran.
- Dampak
Migrasi Penduduk
Migrasi
penduduk baik internal atau nasional maupun eksternal atau internasional
masing-masing memiliki dampak positif dan negatif terhadap daerah asal maupun
daerah tujuan. Berikut adalah dampak dari Imigrasi:
Ø
Dampak
Positif dan Negatif Migrasi Internasional antara lain:
1.
Dampak
Positif Imigrasi:
– Dapat membantu memenuhi kekurangan tenaga ahli
– Adanya penanaman modal asing yang dapat mempercepat
pembangunan
– Adanya pengenalan ilmu dan teknologi dapat mempercepat
alih teknologi
– Dapat menambah rasa solidaritas antarbangsa
2.
Dampak
Negatif Imigrasi
– Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian
bangsa
– Imigran yang masuk adakalanya di
antara mereka memiliki tujuan yang kurang baik seperti pengedar narkoba, bertujuan
politik, dan lain-lain.
3.
Dampak
Positif Emigrasi
– Dapat menambah devisa bagi negara terutama dari penukaran
mata uang asing
– Dapat mengurangi ketergantungan
tenaga ahli dari luar negeri, terutama orang yang belajar ke luar negeri dan kembali
ke negara asalnya
– Dapat memeperkenalkan kebudayaan ke bangsa lain
4.
Dampak
Negatif Emigrasi
– Kekurangan tenaga terampil dan ahli bagi negara yang
ditinggalkan
– Emigran tidak resmi dapat memperburuk citra negaranya.
Ø
Dampak
Positif Migrasi Nasional antara lain :
1)
Dampak
Positif Transmigrasi
–
Dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama transmigran
–
Dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja di daerah tujuan transmigrasi
–
Dapat mengurangi pengangguran bagi daerah yang padat penduduknya
– Dapat meningkatkan produksi
pertanian seperti perluasan perkebunan kelapa sawit, karet, coklat dan
lain-lain
–
Dapat mempercepat pemerataan persebaran penduduk
2)
Dampak
Negatif Transmigrasi
–
Adanya kecemburuan sosial antara masyarakat setempat dengan para transmigran.
– Terbengkalainya tanah pertanian di
daerah trasmigrasi karena transmigran tidak betah dan kembali ke daerah
asalnya.
3)
Dampak
Positif Urbanisasi
–
Dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kota
–
Mengurangi jumlah pengangguran di desa
–
Meningkatkan taraf hidup penduduk desa
–
Kesempatan membuka usaha-usaha baru di kota semakin luas
–
Perekonomian di kota semakin berkembang
4)
Dampak
Negatif Urbanisasi
–
Berkurangnya tenaga terampil dan terdidik di desa
–
Produktivitas pertanian di desa menurun
–
Meningkatnya tindak kriminalitas di kota
–
Meningkatnya pengangguran di kota
–
Timbulnya pemukiman kumuh akibat sulitnya mencari perumahan
–
Lalu lintas di kota sangat padat, sehingga sering menimbulkan kemacetan lalu
lintas.
·
3 Jenis struktur penduduk
1.
Piramida Penduduk Muda : Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam
pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada
jumlah kematian. Bentuk ini umumnya kita lihat pada negara – negara yang sedang
berkembang. Misalnya : India, Brazil dan Indonesia.
2.
Piramida
Stationer : Bentuk piramida ini
menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat kematian
rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Piramida penduduk yang
berbentuk system ini terdapat pada negara-negara yang maju seperti Swedia,
Belanda dan Skandinavia.
3.
Piramida
Penduduk Tua : Bentuk piramida penduduk ini
menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat
kematian yang kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar,
maka suatu Negara bias kekurangan penduduk. Negara yang bentuk piramida
penduduknya seperti ini adalah Jerman, Inggris, Belgia dan Perancis.
·
Bentuk-Bentuk
Piramida
Jenis-jenis piramida penduduk dibedakan menjadi 3, yaitu
piramida penduduk muda (ekspansive), piramida penduduk stasioner, dan piramida
penduduk tua (konstruktif) :
a.
Piramida
Penduduk Muda (Expansive).
Suatu
wilayah yang memiliki angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang
rendah sehingga daerah ini mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat. Piramida
ini dicirikan sebagian besar penduduk masuk dalam kelompok umur muda. Contohnya
adalah negara-negara yang sedang berkembang, misalnya Indonesia, Malaysia,
Filipina, dan India
b.
Piramida
Penduduk Stasioner.
Suatu
wilayah memiliki angka kelahiran dan angka kematian yang sama-sama rendah
(seimbang). Contohnya adalah negara-negara Eropa Barat.
c.
Piramida
Penduduk Tua (Constructive).
Suatu
wilayah memiliki angka kelahiran yang menurun dengan cepat dan tingkat kematian
yang rendah. Piramida ini juga dicirikan dengan jumlah kelompok umur muda lebih
sedikit dibanding kelompok umur tua. Contohnya adalah negara-negara yang sudah
maju, misalnya Amerika Serikat.
·
Rasio
Ketergantungan.
Rasio
Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan
antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65
tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun.
Rasio
ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio
Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua :
Rasio
Ketergantungan Muda adalah perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun
dengan jumlah penduduk umur 15 – 64 tahun.
Rasio
Ketergantungan Tua adalah perbandingan jumlah penduduk umur 65 tahun ke
atas dengan jumlah penduduk di usia 15-64 tahun.
Rasio ketergantungan (dependency ratio) dapat
digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi
suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang. Dependency
ratio merupakan salah satu indikator demografi yang penting. Semakin
tingginya persentase dependency ratio menunjukkan semakin
tingginya beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai
hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan
persentase dependency ratio yang semakin rendah menunjukkan
semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai
penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.
·
Kebudayaan Dan Kepribadian
1. Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
a.) Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan
peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam Kapak genggam semacam itu kita
kenal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab(India), tapi
kapak genggam semacam ini tidak kita temukan di daerah Asia Tenggara
Berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa
Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar
ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar ke arah selatan,
ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu menyebar ke
Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores, dan
Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
b.) Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki
kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji besi dan menuangkan ke
dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu membuat
senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat alat-alat
lain yang mereka perlukan.
Ciri –
ciri zaman batu muda :
1. Mulai menetap dan membuat rumah
2. Membentuk kelompok masyarakat desa
3. Bertani
4. Berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup
1. Mulai menetap dan membuat rumah
2. Membentuk kelompok masyarakat desa
3. Bertani
4. Berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup
Bangsa-bangsa Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung
Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di
Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson berupa senjata-senjata tajam dan
kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan perunggu.
2. Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam
a.) Kebudayaan Hindu, Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke Indonesia di
Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan
kebudayaan. Sekitar abad ke 5 ajaran Budha masuk ke indonesia, khususnya ke
Pulau Jawa. Agama Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dibandingkan
Hinduisme,sebab budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masysrakat.
Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa tumbuh
dan berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun budhisme
masng-masing menghasilkan karya- karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni
bangunan, arsitektur, seni pahat, seni ukir, maupun seni sastra, seperti
tercermin dalam bangunan, relief yang diabadikan dalam candi-candi di Jawa
Tengah maupun di Jawa Timur diantaranya yaitu Borobudur, Mendut, Prambanan,
Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosari, dll.
b.) Kebudayaan Islam
Abad ke 15 da 16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh
para pemuka-pemuka islam yang disebut Walisongo. Titik penyebaran agama Islam
pada abad itu terletak di Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke
Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebelum abad ke 11 sudah ada wanita islam
yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia
berlangsung secara damai. Hal ini di karena masuknya Islam ke Indonesia tidak
secara paksa.
Abad ke 15 ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut ,
berkembanglah negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan
kewibawaan majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara- negara
yang dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung Malaka,Negara Aceh di ujung
Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara Demak di Pesisir Utara Jawa
Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan . Dalam proses perkembangan
negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang kaya dan
golongan bangsawan kota- kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh dan
menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan
Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk.
Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera
Timur, Sumatera Barat, dan Pesisr Kalimantan.
·
Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan barat juga memberi warna terhadap corak lain dari
kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat. Masuknya
budaya Barat ke Negara Republik Indonesia ketika kaum kolonialis atau penjajah
masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Penguasaan dan kekuasaan
perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis
Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan
bergaya arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama, dikota-kota pusat pemarintahan,
terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial ;
Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh, dan kaum pegawai.
Sehubungan dengan itu penjelasan UUD’45 memberikan rumusan tentang
kebudayaan memberikan rumusan tentang kebudayaaan bangsa Indonesia adalah:
kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya,
termasuk kebudayaan lama dan asli yang ada sebagai puncak kebudayaan di
daerah-daerah di seluruh Indonesia. Dalam penjelasan UUD’45 ditujukan ke arah
mana kebudayaan itu diarahkan, yaitu menuju kearah kemajuan budaya dan
persatuan, dengan tidak menolak bahan baru kebudayaan asing yang dapat
mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan
bangsa Indonesia
Referensi :
o
Iskandar , Does Sampurno Masalah Pertambahan
Penduduk di Indonesia
o
Ehrlich, Paul, R, et al, Human Ecology W.H.
Freeman and Co San Fransisco.


