Nama : Aditya Aldiansyah
Kelas
: 1TA05
NPM
: 10315171
Tugas Ilmu Budaya Dasar
|
- Pengertian cinta dan kasih
Cinta adalah sebuah
rasa yang terdapat dalam diri manusia yang membuat manusia meraasa suka,
nyaman, serta tertarik pada suatu hal atau orang yang iya tuju.
(sumber: pemikiran
sendiri)
Cinta adalah rasa
sangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik
hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau
sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diatikan
sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh
belas kasihan.
Terdapat perbedaan
antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang
mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa,
mengarah kepada yang dicintai. Cinta samasekali bukan nafsu. Perbedaan antara
cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut:
1.Cinta bersifat manusiawi
2.Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
3.Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung
menuntut.
Cinta juga
selalu menyatakan unsur - unsur dasar tertentu yaitu:
1.Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya.
2.Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar bedasarkan
atas suka rela.
3.Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk
mengembangkan pribadi orang
lain, agar mau membuka dirinya.
4.Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia
manusia.
- Unsur-unsur Cinta
Teori yang dikemukakan
oleh Robert J. Sternberg (1986) ini atau biasa disebut dengan The Triangular
Theory of Love menjelaskan bahwa cinta terdiri dari 3 komponen atau unsur.
Unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:
1. Intimacy (Intimasi)
Intimasi adalah aspek emosi dari cinta. Intimasi sebagai perasaan dalam suatu
hubungan yang mendorong akan adanya kedekatan dan keterikatan. Intimasi akan
membuat hubungan menjadi lebih erat antara satu dan lainnya.
2. Passion (Gairah)
Ini adalah sisi motivasi dari segitiga cinta itu. Sisi gairah itu memiliki
peran penting bagi perkembangan fisiologis dan keinginan yang kuat untuk
bersatu dengan orang yang kita cintai. Unsur ini berkaitan erat dengan
intimasi, keduanya saling bergantian muncul terlebih dahulu dalam suatu
hubungan percintaan.
3. Commitment (Komitmen)
Komitmen adalah sisi kognitif dari cinta. Komitmen adalah tekad untuk
memelihara cinta. Komitmen ini bertumbuh mulai dari taraf nol saat pertama kali
bertemu dengan yang dicintai dan bertumbuh semakin saling mengenal satu dengan
lainnya. Kunci dari komitmen adalah saling mengenal dan menghargai.
- unsur dalam segitiga cinta
Cinta menurut
Dr. Sarlito W. Sarwono memiliki 3 unsur:
Keterikatan
Adanya perasaan untuk
hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang
lain kecuali dengan dia, ada uang sedikit beli hadiah untuk dia.
Keintiman
Adanya kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia
sudah tidak ada jarak lagi panggilan formal seperti bapak, ibu saudara
digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan
sebagainya.makan sepiring berdua.
Kemesraan
Adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen rindu kalo jauh atau lama
tak bertemu, adanya ungkapan ungkapan rasa sayang dan seterusnya.
- Tingkatan Cinta
- Tingkatan cinta ini adalah urut-urutan mana yang harus kita cintai pertama kali, mana yang menjadi prioritas dalam mencintai dari yang paling utama hingga yang paling akhir. Adapun 6 tingkatan cinta tersebut adalah :
1. Tingkatan yang pertama adalah tatayyum
Tatayyum adalah
tingkatan tertinggi dalam mencintai, ini hanya hak Allah semata. Ini adalah
cinta prioritas bahkan mencintai yang selain dari Allah adalah sebagai bukti
kita mencintai Allah SWT.
“Cintaku, hanya
untukmu seorang”
“Tiada yang lain bisa
mengisi hatiku selain dirimu”
“Aku tak bisa hidup
tanpamu”
“Diriku tanpamu bagai
malam tak berbintang”
Bagi mereka yang
melakoni aktivitas pacaran, tentu sudah tak asing dengan puji dan puja terhadap
pasangannya seperti “gombalan” diatas. Bahkan tak jurang juga pasangan yang
sudah menikahpun yang melakukan ini dengan pasangannya. Nah, setelah mengetahui
hal ini semoga kita semua paham dan mengerti kalau cinta yang utama, pertama
dan paling prioritas hanya untuk Allah SWT. Cinta-cinta yang lain kepada
makhluknya hanya sebagai bentuk mencintai Allah SWT.
2. Tingkatan yang kedua adalah ‘Isyk
‘Isyk adalah cinta
yang menjadi hak Rasulullah SAW, cinta kepada teladan kita, kepada junjungan
kita hingga menjadikan kita untuk selalu berusaha mengikuti apa yang beliau
lakukan, mengerjakan sunnah-sunnahnya, selalu bershalawat padanya.
“Katakanlah jika
kalian cinta kepada Allah, maka ikutilah aku (Nabi) maka Allah mencintai kalian
dan mengampuni dosa-dosa kalian (Q.S : Ali imran 3)”
Kecintaan kita kepada
Rasulullah SAW adalah kecintaan yang Allah perintahkan. Semoga dengan
mengetahui hal ini kita menjadi lebih bangga lagi menjadi umat Rasulullah SAW
serta dengan bangga pula menjalankan serta menyerukan sunnah-sunnahnya.
3. Tingkatan ketiga adalah Syauq
Syauq adalah cinta
antara satu mukmin dengan mukmin lainnya namun lebih dekat secara kekeluargaan.
Seperti cinta ayah dan ibu kepada anaknya, cinta kakak kepada adik, cinta
antara suami kepada istrinya. Karena cinta ini jugalah manusia saling
berkembang meneruskan keturunannya.
4. Tingkatan keempat adalah shababah
Shababah adalah cinta
sesama muslim dalam lingkup yang lebih luas. Tidak saling mengenal, tidak ada
kedekatan secara darah, daerah, bahkan bangsa sekalipun namun dipersatukan oleh
satu kalimat tauhid “Laa ilaha illallah” .
Hubungan yang didasari
oleh ikatan cinta shababah inilah yang menguatkan kita sesama muslim untuk bisa
saling merasakan satu sama lain. Untuk saling menolong dan membantu satu sama
lain jika saudara kita terkena ancaman atau musibah.
5. Tingkatan kelima adalah ‘Ithf (Simpati)
‘Ithf bicara tentang
sisi kemanusiaan, jadi pada tingkatan ini adalah bagaimana kita bersimpati
kepada sesama manusia tanpa melihat apapun suku, bangsa bahkan agamanya
sekalipun. Maka jika dia dalam kesulitan, maka alasan sesama manusia cukup bagi
kita untuk memberikan bantuan serta pertolongan padanya.
6. Tingkatan keenam adalah intifa
Intifa adalah
tingkatan terendah dalam tingkatan-tingkatan cinta, apa itu intifa?, cinta pada
keinginan pemanfaatan kepada harta benda. Cinta kepada harta benda atau dunia
inilah yang sering sekali menggelincirkan kita, sering menyesatkan kita,
membuat kita terlena dan terlupa akan cinta-cinta yang lebih utama dan jauh
lebih penting dari ini, bahkan dalam kondisi tertentu ada yang menempatkan
cinta ini pada tingkatan tertinggi melebih cintanya pada Allah SWT.
Sahabat semua, itulah
tingkatan-tingkatan cinta yang dijelaskan oleh Ulama kita Ibnul Qayyim Al jauzy
kepada kita semua. Semoga dengan mengetahui ini bisa menjadikan kita lebih
bijak dalam menempatkan serta memposisikan diri kita dalam mencintai
- Cinta menurut ajaran agama
Cinta Menurut Ajaran
Agama
v Cinta Menurut Agama Islam
Menurut Al-Qur'an
cinta terbagi menjadi 8 jenis, yaitu:
Cinta Mawaddah: yaitu
cinta yang menggebu-gebu dan membara. Orang yang memiliki cinta jenis ini
inginnya selalu berdua dan tak ingin berpisah. Selalu ingin memuaskan dahaga
cintanya bahkan hampir tidak bisa berfikir yang lain.
Cinta Rahmah: yaitu
cinta yang penuh akan kasih sayang, pengorbanan dan perlindungan. Orang yang
memiliki cinta ini akan lebih memikirkan orang yang dicintainya daripada
dirinya sendiri. Dipikirannya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih
meskipun ia harus menderita.
Cinta Mail: yaitu
cinta yang sementara sangat membara. Dan sangat menyedot perhatian tanpa
memperhatikan hal-hal penting lainnya. Menurut Al-Qur'an disebut juga dalam
konteks poligami. Karna ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda akan
cenderung mengabaikan yang lama.
Cinta Syaghaf: yaitu
cinta alami yang sangat mendalam dan sangat memabukkan. Orang yang terkena
cinta ini akan seperti orang gila, lupa diri bahkan tidak menyadari apa yang
dilakukannya.
Cinta Ra'fah: yaitu
rasa kasih sayang yang melebihi norma kebenaran. Misalnya: karna rasa kasih
sayang dan kasihan yang berlebihan melihat anaknya tidur terlelap seorang bapak
tidak tega dan tidak jadi membangunkan anaknya untuk Sholat.
Cinta Shobwah: yaitu
cinta buta, cinta ini akan mendorong perilaku menyimpang dan tidak akan bisa
mengelak.
Cinta Syauq (Rindu):
yaitu pengembaraan hati kepada kekasih dan kobaran cinta didalam hati sang
pecinta.
Cinta Kulfah: yaitu
perasaan cinta yang disertai kesadaran akan hal-hal positif meski itu sulit.
v Cinta Menurut Agama Kristen
Cinta adalah cinta
kasih antara sesama dimana kita diajarkan untuk mencintai sesama tanpa
membedakan agama, ras, latar belakang. Dan saling menghargai satu sama lain.
Perintah. Allah yang terutama ialah:
(Matius 12:29-31),
"Cintailah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu."
"Cintailah sesama
manusia seperti dirimu sendiri."
·
Korintus
13:4. Kasih itu sabar;
kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak
sombong.
13:5 Ia tidak
melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak
pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak
bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi
segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar
menanggung segala sesuatu.
·
Matius
5:44 Tetapi Aku
berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya
kamu.
v Cinta Menurut Agama Hindu
Agama Hindu adalah
agama Wahyu dan agama alami. Oleh karena itu, ia adalah agama Cinta Kasih.
Agama yang amat luwes, agama yang berdasarkan pada Cinta Kasih, agama yang
memiliki tujuan Cinta Kasih, dan juga agama yang dijalankan di dalam Cinta Kasih.
Agama Hindu amat mementingkan pengembangan cinta kasih bukan hanya kepada
sesama umat manusia tetapi kepada sesama makhluk hidup. Cinta kasih kepada
sesama anggota keluarga, kepada sesama umat manusia tidak dipandang sebaga
cinta kasih yang istimewa. Kesadaran bahwa seluruh dunia adalah sebuah keluarga
besar sangat membantu orang untuk mengembangkan cinta kasih universal ini.
Dia adalah puncak
cinta kasih di dunia ini, merupakan landasan penting untuk mengembangkan Prema
Bhakti atau cinta kasih rohani kepada Tuhan yang Maha Esa. Cinta kasih
universal dalam beberapa kitab suci disebutkan sebagai ciri, hiasan dan
sifat-sifat agung orang-orang suci atau para Sadhu. Titiksavah karunikahsuhrdah
sarva-dehinamajata-satravah santahsadhavah sadhu-bhusanah
Ciri-ciri atau hiasan
dari seorang Sadhu atau orang suci adalah ia harus memiliki sifat-sifat
senantiasa damai, memiliki toleransi besar, penuh karunia, bersifat berteman
dengan seluruh makhluk hidup, tidak mempunyai musuh, hidupnya selalu didasarkan
pada kitab suci dan segala kepribadiannya terpuji. Yajur Veda juga menegaskan
hal yang sama:mitrasya ma caksusa sarvani bhutani samiksantamamitrasyaham
caksusa sarvani bhutani samiksemitrasya caksusa samiksyamahe "Semoga semua
makhluk hidup melihatku dengan pandangan sebagai teman, semoga aku melihat
semua makhluk hidup dengan pandangan sebagai seorang teman, semoga kami melihat
satu sama lainnya dengan pandangan sebagai seorang teman."
v Cinta Menurut Agama Buddha
Nikaya Pali juga
memuat satu kata cinta yang berbeda dengan cinta yang telah disebutkan di atas,
cinta kasih yang dipancarkan secara universal (tak terbatas) kepada semua
makhluk dan cinta kasih yang tanpa pamrih, yaitu: Metta.
Metta adalah bagian
pertama dari empat kediaman luhur (Brahma Vihara) atau empat keadaan yang tidak
terbatas (Apamanna). Bagian lainnya, yaitu Karuna (kasih sayang), Mudita
(simpatik), dan Upekkha (keseimbangan batin).
Metta adalah rasa
persaudaraan, persahabatan, pengorbanan, yang mendorong kemauan baik, memandang
makhluk lain sama dengan dirinya sendiri. Metta juga suatu keinginan untuk
membahagiakan makhluk lain dan menyingkirkan kebencian (dosa) serta keinginan
jahat (byapada).
Metta berbeda dengan
piya, pema, rati, kama, tanha, ruci dan sneha yang hanya menimbulkan nafsu dan
kemelekatan. Pengembangan Metta dapat mengantarkan kita pada pencapaian
kedamaian Nibbana (Mettacetto vimutti), seperti yang dinyatakan Sang Buddha
dalam Dhammapada 368:
"Apabila seorang
bhikkhu hidup dalam cinta kasih dan memiliki keyakinan terhadap Ajaran Sang
Buddha, maka ia akan sampai pada Keadaan Damai (Nibbana), berhentinya hal-hal
yang berkondisi (sankhara)
"
- Bentuk – bentuk cinta
Description: Love
Myspace Comments
Love Myspace Comments
MyNiceSpace.com
3 Macam Bentuk-bentuk
Cinta
Eros, asal kata ini
adalah dari dewa mitologi Yunani, Eros, yang adalah dewa cinta. Eros adalah
cinta manusia semata, yg diinspirasi oleh sesuatu yang menarik dalam objeknya.
Eros merupakan cinta yang tumbuh dari seseorang kepada yang lain. Misalkan, Zen
suka sama gw karna gw cantik. hehe… misalkan lho, jangan sewot gituw ah. N
faktor x lainnya yg berhubungan dengan fisik sehingga menimbulkan gairah sex,
seperti dalam Inggrisnya “Erotic”.
Storge – Storge adalah
ikatan alami antara ibu dan anak, bapak, anak-anak, dan sodara. William Barclay
menyebutkan, “kita tidak bisa tidak mengasihi anak-anak dan sodara kita; darah
lebih kental daripada air” (N.T. Words, 1974).
Philia, setingkat lebih
tinggi dari eros, berhubungan kejiwa daripada tubuh. Ini adalah cinta antar
sahabat. Menyentuh kepribadian manusia—intelektual, emosi, dan kehendak,
melibatkan saling berbagi. Cinta yg timbuh dari perhatian dan kebersamaan. Ada
sedikit eros dalam philia. Kita memilih teman karena kesenangan yang bisa kita
dapatkan dari mereka. Ada kualitas pribadi dalam mereka yang kita hargai,
kepintaran dan ketertarikan budaya, dan ekspresi diri yang saling memuaskan.
Tingkatan kasih yg
paling tinggi adalah Agape. Ini adalah kasih Tuhan, kasih yg tidak mencari
kesenangan sendiri, tapi senang memberi tanpa menuntut balas. Wah, hebat Jo…
klo elo bisa sampe pada tingkat ini. Btw, apakah pada semua pacar elo
memberikan kasih agape? or emang elo slalu memberikan agape ke semua orang?
Cinta…terdiri dari
empat aspek, yaitu: Love, trust, respect, and honest. Cinta tanpa adanya unsur
Kepercayaan, Penghargaan, dan Kejujuran adalah suatu ketimpangan. Contohnya:
apabila kita mencintai orangtua kita, namun kita tidak mempunyai penghargaan
terhadap mereka, masihkah hal tersebut bisa dikatakan Cinta? Tentunya hanya
akan menjadi hal yang sia-sia dan menyakitkan bukan…Ataupun saat kita mencintai
pasangan kita, apakah itu bisa dikatakan Cinta saat hubungan itu tidak
dilandasi oleh adanya rasa percaya dan kejujuran dari masing-masing pihak?
Kasih Sayang
Menurut kamus umum
bahasa Indonesia karangan W.J.S.Porwadarminta, kasih sayang adalah perasaan
sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Apabila suatu
hubungan cinta diakhiri dengan sebuah pernikahan maka hal ini akan menimbulkan
perasaan yang lebh dewasa lagi dan juga menuntut agar suatu hubungan tersebut
lebih bertanggung jawab, perasaan inilah yang disebut dengan kasih sayang,
mengasihi, atau saling menumpahkan kasih sayang.
Kemesraan
Kemesraan berasal dari
kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang
menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari
cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama
dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.
Tingkatan kemesraan
dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
lKemesraan dalam
Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu dimana
masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan
seksualitasnya kuat.
lKemesraan dalam Rumah
Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada
tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah
agak lama biasanya semakin berkurang.
lKemesraan Manusia
Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada
masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.
Pemujaan
Pemujaan berasal dari
kata puja yang berarti penghormatan atau tempat memuja kepada dewa – dewa atau
berhala. Dalam perkembangannya kemudian pujaan ditujukan kepada orang yang
dicintai, pahlawan dan Tuhan YME. Pemujaan kepada Tuhan adalah perwujudan cinta
manusia kepada Tuhan, karena merupakan inti , nilai dan makna dari kehidupan
yang sebenarnya.
Cara Pemujaan dalam
kehidupan manusia terdapat berbagai perbedaan sesuai dengan ajaran agama,
kepercayaan, kondisi dan situasi. Tempat pemujaan merupakan tempat komunikasi
manusia dengan Tuhan. Berbagai seni sebagai manifestasi pemujaan merupakan
suatu tambahan tersendiri dalam terciptanya kehidupan yang lebih indah.
Belas Kasihan
Belas kasihan, welas
asih, atau kepedulian adalah emosi manusia yang muncul akibat penderitaan orang
lain. Lebih kuat dari pada empati, perasaan ini biasanya memunculkan usaha
mengurangi penderitaan orang lain.
( sumber : http://djavadmanamank.blogspot.co.id/2014/11/pengertian-cinta-kasihcinta-menurut_62.html )
(sumber : http://nurfitriapermatasari.blogspot.co.id/2015/04/manusia-dan-cinta-kasih-3-unsur-cinta.html )
(sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Belas_kasihan )
No comments:
Post a Comment