Dec 5, 2015

Tugas 6
Ø Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
o  Masyarakat
Adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah system semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berbeda dalam kelompok tersebut. Kata “Masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa arab musyarak lebih absteraknya sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antara entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interpenden (saling tergantung satu sama lain).Umumnya istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam sebuah komunitas yang teratur.
Ada bebrapa syarat untuk menjadi masyarakat di antaranya :
                                                       I.            Mematuhi aturan yang dibuat olrj Negara
                                                    II.            Mematuhi hak da kewajiban sebagai masyarakat
                                                 III.            Melindung hak dan kewajiban sebagai masyarakat tersebut tinggal
                                                IV.            Menciptakan lingkungan yang tentram dan damai
o    Masyarakat perkotaan dan Ciri-Cirinya
Masyarakat pekotaan sering disebut urban community.Pengerian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupan serta ciri-ciri kehidupan yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu
                                                                   I.            Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
                                                                II.            Orang kota pada umumnyan dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individual.
                                                             III.            Jalan pikeran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan. Menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan dari pada peribadi.
                                                            IV.            Pembagiankerja diantar warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
                                                               V.            Kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
o  Masyarakat terbagi menjadi 2 type masyarkat yaitu :
                                                                   I.            Masyarakat kecil yang belum kompleks, yaitu masyarakat yang belum mengenal pembagian kerja,struktur dan aspek-aspeknya masih dapat dipelajari sebagai suatu kesatuan
                                                                II.            Masyarakat yang sudah kompleks, yaitu masyarakat yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam segala bidang, karena ilmu pengetahuan yang sudah maju, teknologi maju, dan sudah menjalankan mengenal tulisan.
o   Perbedaan antara masyarakat kota dan masyarakat desa
                                                                   I.            Jumlah dan Kepadatan Penduduk.
                                                                II.            Stratifikasi Social.
                                                             III.            Pola Interaksi Social.
                                                            IV.            Lingkungan Hidup.
                                                               V.            Corak Kehidupann Sosial.
                                                            VI.            Solidaritas Sosial.
                                                         VII.            Mata Pencaharian.
                                                      VIII.            Mobiitasi Social.
o  Hubungan Desa dan Kota
                                                                   I.            Masyarakat tersebut bukanlah 2 komunitas yang berbeda.
                                                                II.            Bersifat ketergantungan.
                                                             III.            Kota tergantung desa dalam memenuhi kehidupan bahan pangan.
                                                            IV.            Desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis pekerjaan tertentu.
                                                               V.            Kota menghasilkan barang dan jasa pekerjaan tertentu.
o  Aspek Positif dan negative
                                                                   I.            Konflik (Pertengkaran)
Pertengkatan yang terjadi baisanya bekisar pada masayal sehari-hari ruamh tangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga. Sedangkan sumber banyak pertengkaran ini rupa-rupanya berkisar pada masalah kedudukan dan gengsi, perkawinan, dan sebagainya.
                                                                II.            Kontraversi (Pertentangan)
Biasanya disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan (Adat istiadat), psikologi, dan sebagainya. Para ahli hukum adat biasanya meninjau masalah kontroversi ini dari sudut kebisaan masyarakat.
                                                             III.            Kompetisi (Persainngan)
Bentuk persaingan bisa berbentuk positif dan negative tergantung individu masing-masing. Positif bila persaingan wujudnya saling meningkatkan usaha untuk meningkatkan prestasi dan produksi atau output. Sebaliknya yang negarif bila persaingan ini hanya bersifat pada sifat iri.
                                                            IV.            Kegiatan pada masyarakat pedesaan masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap meraka yang mau berkerja keras tanpa bantuan orang lain. Jadi jelas masyarakat pedesaan bukanlah masyarakat yang senag berdiam diri tanpa melakukan aktivitas.
o  5 Unsur lingkungan perkotaan
Perkembangann kota merupakan manifestasikan dari pola social, ekonimi kebudayaan, dan politik. Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan, mengantung 5 unsur yang meliputi :
                                                                   I.            Wisma : Unsur ini merupakan bagaian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan social dalam kerluarga.
                                                                II.            Karya : Unsur ini merupakan syarat utamabagi eksistensi suatu kota, karena unsur ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat .
                                                             III.            Marga : Unsur ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas- fasilitas hibburan, rekreasi, petemanan, kebudayaan, dan kesenian
                                                            IV.            Penyempurnaan : Unsur ini merupakan bagainn yagn penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tapat tercakup ke dalam ke-4 unsur lainnya.
o  Fungsi External Kota
Yakni seberapa jauh fungsi dan peran kota tersebut dalam kerangka wilayah dan daerah-daerah yang dilingkupinya dan melingkupinya.baik secara Regional maupun Nasional.
o  Pengertian desa dan ciri-cirinya
Desa merupakan perwujudan atau keatuan geografis, social, politik, dan kultur yang terdapat di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
Pola keruangan desa bersifat agraris. Tempat kediaman penduduk juga menjelaskan tingkat penyesuaian penduduk terhadap lingkungan alam .
Ciri-Ciri,Unsur-Unsur, Dan fungsi desa meliputi :
                                                                   I.            Sistem kehidupan umumnya  bersifat kelompok dengan dasar kekeluargaan
                                                                II.            Masayarakat saling bergotong royong dalam melaukan aktivitas
                                                             III.            Di antara warga deas memiliki hubungan lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat lain di luwar wilayahnya.
                                                            IV.            Mata pencaharian utama para penduduk bisanya adalah dengan bertani.
                                                               V.            Jarak antara tempat bekerja cukup jauh.
Adapun ciri ciri masyarakat di pedesaan ialah :
                                                                   I.            Masih percaya dengan kepercayaan daerah masing masing.
                                                                II.            Sifat gotong royong yang kuat antar warga.
                                                             III.            Sikap yang aktif dalam melasanakan segala pekergaan.
o  Macam-macam pekerjaan gotong-royong
Gotong-royong biasa di artikan dengan melakukan suatu pekerjaan dengan cara bersama-sama contohnya seperti, membersihkan lingkungan disekitar linkungan tempat tinggal, bahu membahu menghadapi masalah seperti saat seorang tetangga terkena musibah warga lain menggalang seperti bbantuan untuk yag terkena musibah dll.
o   Sifat dan hakekat masyarakat pedesaann serta macam macam gejala masyarakat pedesaan.
Masyarakat desa dinilai oleh masyarakat di kota sebagai masyarakat damai, harmonis, dan Tenang. Juga memiliki sifat seperti para petaninya tidak kolot, bodoh dan tidak malas , juga sifat hidup pendidik desa rata-rata pendidik desa memiliki luas sawah sekitar kurang lebih 0,5 ha.
Gejala masyarakat pedesaan di dalam masyarakat pedesaan kita ini mengenal bermacam-macam gejala, yang menyebabkan di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan-ketegangan. Gejala-gejala social tersebut antara lain :
                                                       I.            Konflik (pertengkaran), pertengkaran yang terjadi di sini biasanya terjadi karena masalah sehari-hari rumah tangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga.
                                                    II.            Konteraversi (pertentangan), pertentangan ini terjadi akibat perubahan kebudayaan, psikologi atau dalam hubungan dengan guna-guna (black magic).
                                                 III.            Kompetisi (persaingan), persaingan yang biasanya terjadi dalam beberapa hal terutama dalam bekerja.
                                                IV.            Kegiatan pada masyarakat pedesaan.

o   Sistem budaya petani Indoensia
Sarjana perjuangan hidup umat masnusia hanya akan bermuara pada dua latar belakang budaya, budaya petani (bertani, berternak, dan nelayan) dan budaya pedagang. Indonesia, secara sadar mentransformasikan budaya petani ke dalam budaya industry dan budaya itu pula yang menjiwai budaya industrinya. Apa dan bagaimana “budaya petani” dan “budaya pedagang” dapat tergambar dalam kisah sederhan.
o   Perbedaan masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan
Kehidupan masyarakat desa berbeda dengan masyarakat kota. Perbedaan yang paling mendasar adalah keadaan linkungan, yang mengakibatkan dampak terhadap personalitas dan segi-segi kehidupan. Kesan masyarakat kota terhadap masyarakat desa adalah kurang nya ilmu pengetahuan, lambat dalam memikirkan sesuatu dan bertindak, serta mudah tertipu dan sebagainya. Kesan seperti ini karena masyarakat perkotaan hanya menilai sepintas saja, tidak tahu, dan kurang banyak pegngalaman.
Untuk memahami masyarakat pedesaan dan perkotaan tidak mendefinisikan secara universal dan obyektif. Tetapi harus berpatokan pada ciri-ciri itu ialah orang yang tinggal dalam suatu daerah tertentu, ikatan atas dasar unsur-unsur sebelumnya, rasa solidaritas, sadar akan adanya interdepedensi, adanya norma-norma dan kebudayaan.
Masyarakat pedesaan ditentukan oleh bentuk fisik dan sosialnya, seperti ada kolektifitas, petani individu, tuan tanah, buruh tani, nelayan, dsb.
Masyarakat pedesaan maupun masyarakat perkotaan masing-masing dapat diperlakukan sebagai system jaringan hubungan yang kekal dan penting, serta dapat pula dibedakan masyarakat yang berasngkutan dengan masyarakat lain. Jadi perbedaan atau ciri-ciri kedua masyarakat tersebut dapat ditentukan dalam hal lingkungan umumnya dan orientasi terhadapt alam pekerjaan, ukuran komunikasi, kepadatan penduduk, homogenitas-heterogenotas, perbedaan social, mobilitas social, interaksi social, pengendalian social, pola kepemimpinan, ukuran kehidupan, solidaritas social, dan niali atau system lainnya.


Referensi :


No comments:

Post a Comment