Tugas 6
Ø Masyarakat
Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
o
Masyarakat
Adalah sekelompok orang yang membentuk
sebuah system semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar
interaksi adalah antara individu-individu yang berbeda dalam kelompok tersebut.
Kata “Masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa arab musyarak lebih
absteraknya sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antara
entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interpenden (saling
tergantung satu sama lain).Umumnya istilah masyarakat digunakan untuk mengacu
sekelompok orang yang hidup bersama dalam sebuah komunitas yang teratur.
Ada
bebrapa syarat untuk menjadi masyarakat di antaranya :
I.
Mematuhi aturan yang dibuat olrj Negara
II.
Mematuhi hak da kewajiban sebagai
masyarakat
III.
Melindung hak dan kewajiban sebagai
masyarakat tersebut tinggal
IV.
Menciptakan lingkungan yang tentram dan
damai
o
Masyarakat
perkotaan dan Ciri-Cirinya
Masyarakat
pekotaan sering disebut urban community.Pengerian
masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupan serta ciri-ciri kehidupan
yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Ada
beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu
I.
Kehidupan keagamaan berkurang bila
dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
II.
Orang kota pada umumnyan dapat mengurus
dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini
adalah manusia perorangan atau individual.
III.
Jalan pikeran rasional yang pada umumnya
dianut masyarakat perkotaan. Menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi
lebih didasarkan pada factor kepentingan dari pada peribadi.
IV.
Pembagiankerja diantar warga-warga kota
juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
V.
Kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan
juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
o
Masyarakat terbagi menjadi 2 type
masyarkat yaitu :
I.
Masyarakat kecil yang belum kompleks,
yaitu masyarakat yang belum mengenal pembagian kerja,struktur dan
aspek-aspeknya masih dapat dipelajari sebagai suatu kesatuan
II.
Masyarakat yang sudah kompleks, yaitu
masyarakat yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam segala bidang, karena
ilmu pengetahuan yang sudah maju, teknologi maju, dan sudah menjalankan
mengenal tulisan.
o
Perbedaan antara masyarakat kota dan
masyarakat desa
I.
Jumlah dan Kepadatan Penduduk.
II.
Stratifikasi Social.
III.
Pola Interaksi Social.
IV.
Lingkungan Hidup.
V.
Corak Kehidupann Sosial.
VI.
Solidaritas Sosial.
VII.
Mata Pencaharian.
VIII.
Mobiitasi Social.
o
Hubungan Desa dan Kota
I.
Masyarakat tersebut bukanlah 2 komunitas
yang berbeda.
II.
Bersifat ketergantungan.
III.
Kota tergantung desa dalam memenuhi
kehidupan bahan pangan.
IV.
Desa juga merupakan tenaga kasar pada
jenis pekerjaan tertentu.
V.
Kota menghasilkan barang dan jasa
pekerjaan tertentu.
o
Aspek Positif dan negative
I.
Konflik (Pertengkaran)
Pertengkatan
yang terjadi baisanya bekisar pada masayal sehari-hari ruamh tangga dan sering
menjalar ke luar rumah tangga. Sedangkan sumber banyak pertengkaran ini
rupa-rupanya berkisar pada masalah kedudukan dan gengsi, perkawinan, dan
sebagainya.
II.
Kontraversi (Pertentangan)
Biasanya
disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan (Adat istiadat), psikologi,
dan sebagainya. Para ahli hukum adat biasanya meninjau masalah kontroversi ini
dari sudut kebisaan masyarakat.
III.
Kompetisi (Persainngan)
Bentuk
persaingan bisa berbentuk positif dan negative tergantung individu
masing-masing. Positif bila persaingan wujudnya saling meningkatkan usaha untuk
meningkatkan prestasi dan produksi atau output. Sebaliknya yang negarif bila
persaingan ini hanya bersifat pada sifat iri.
IV.
Kegiatan pada masyarakat pedesaan
masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap meraka yang mau
berkerja keras tanpa bantuan orang lain. Jadi jelas masyarakat pedesaan
bukanlah masyarakat yang senag berdiam diri tanpa melakukan aktivitas.
o
5 Unsur lingkungan perkotaan
Perkembangann
kota merupakan manifestasikan dari pola social, ekonimi kebudayaan, dan
politik. Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan, mengantung
5 unsur yang meliputi :
I.
Wisma : Unsur ini merupakan bagaian
ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam
sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan social dalam
kerluarga.
II.
Karya : Unsur ini merupakan syarat
utamabagi eksistensi suatu kota, karena unsur ini merupakan jaminan bagi
kehidupan bermasyarakat .
III.
Marga : Unsur ini merupakan bagian dari
ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas- fasilitas
hibburan, rekreasi, petemanan, kebudayaan, dan kesenian
IV.
Penyempurnaan : Unsur ini merupakan
bagainn yagn penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tapat tercakup ke
dalam ke-4 unsur lainnya.
o
Fungsi External Kota
Yakni
seberapa jauh fungsi dan peran kota tersebut dalam kerangka wilayah dan
daerah-daerah yang dilingkupinya dan melingkupinya.baik secara Regional maupun
Nasional.
o
Pengertian desa dan ciri-cirinya
Desa
merupakan perwujudan atau keatuan geografis, social, politik, dan kultur yang
terdapat di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik
dengan daerah lain.
Pola
keruangan desa bersifat agraris. Tempat kediaman penduduk juga menjelaskan
tingkat penyesuaian penduduk terhadap lingkungan alam .
Ciri-Ciri,Unsur-Unsur,
Dan fungsi desa meliputi :
I.
Sistem kehidupan umumnya bersifat kelompok dengan dasar kekeluargaan
II.
Masayarakat saling bergotong royong
dalam melaukan aktivitas
III.
Di antara warga deas memiliki hubungan
lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat lain di luwar
wilayahnya.
IV.
Mata pencaharian utama para penduduk
bisanya adalah dengan bertani.
V.
Jarak antara tempat bekerja cukup jauh.
Adapun
ciri ciri masyarakat di pedesaan ialah :
I.
Masih percaya dengan kepercayaan daerah
masing masing.
II.
Sifat gotong royong yang kuat antar
warga.
III.
Sikap yang aktif dalam melasanakan
segala pekergaan.
o
Macam-macam pekerjaan gotong-royong
Gotong-royong
biasa di artikan dengan melakukan suatu pekerjaan dengan cara bersama-sama
contohnya seperti, membersihkan lingkungan disekitar linkungan tempat tinggal,
bahu membahu menghadapi masalah seperti saat seorang tetangga terkena musibah
warga lain menggalang seperti bbantuan untuk yag terkena musibah dll.
o
Sifat dan hakekat masyarakat pedesaann
serta macam macam gejala masyarakat pedesaan.
Masyarakat
desa dinilai oleh masyarakat di kota sebagai masyarakat damai, harmonis, dan
Tenang. Juga memiliki sifat seperti para petaninya tidak kolot, bodoh dan tidak
malas , juga sifat hidup pendidik desa rata-rata pendidik desa memiliki luas
sawah sekitar kurang lebih 0,5 ha.
Gejala
masyarakat pedesaan di dalam masyarakat pedesaan kita ini mengenal
bermacam-macam gejala, yang menyebabkan di dalam masyarakat pedesaan penuh
dengan ketegangan-ketegangan. Gejala-gejala social tersebut antara lain :
I.
Konflik (pertengkaran), pertengkaran yang
terjadi di sini biasanya terjadi karena masalah sehari-hari rumah tangga dan
sering menjalar ke luar rumah tangga.
II.
Konteraversi (pertentangan),
pertentangan ini terjadi akibat perubahan kebudayaan, psikologi atau dalam
hubungan dengan guna-guna (black magic).
III.
Kompetisi (persaingan), persaingan yang
biasanya terjadi dalam beberapa hal terutama dalam bekerja.
IV.
Kegiatan pada masyarakat pedesaan.
o
Sistem budaya petani Indoensia
Sarjana
perjuangan hidup umat masnusia hanya akan bermuara pada dua latar belakang
budaya, budaya petani (bertani, berternak, dan nelayan) dan budaya pedagang. Indonesia,
secara sadar mentransformasikan budaya petani ke dalam budaya industry dan
budaya itu pula yang menjiwai budaya industrinya. Apa dan bagaimana “budaya
petani” dan “budaya pedagang” dapat tergambar dalam kisah sederhan.
o
Perbedaan masyarakat pedesaan dengan
masyarakat perkotaan
Kehidupan
masyarakat desa berbeda dengan masyarakat kota. Perbedaan yang paling mendasar
adalah keadaan linkungan, yang mengakibatkan dampak terhadap personalitas dan
segi-segi kehidupan. Kesan masyarakat kota terhadap masyarakat desa adalah
kurang nya ilmu pengetahuan, lambat dalam memikirkan sesuatu dan bertindak,
serta mudah tertipu dan sebagainya. Kesan seperti ini karena masyarakat
perkotaan hanya menilai sepintas saja, tidak tahu, dan kurang banyak
pegngalaman.
Untuk
memahami masyarakat pedesaan dan perkotaan tidak mendefinisikan secara
universal dan obyektif. Tetapi harus berpatokan pada ciri-ciri itu ialah orang
yang tinggal dalam suatu daerah tertentu, ikatan atas dasar unsur-unsur
sebelumnya, rasa solidaritas, sadar akan adanya interdepedensi, adanya
norma-norma dan kebudayaan.
Masyarakat
pedesaan ditentukan oleh bentuk fisik dan sosialnya, seperti ada kolektifitas,
petani individu, tuan tanah, buruh tani, nelayan, dsb.
Masyarakat
pedesaan maupun masyarakat perkotaan masing-masing dapat diperlakukan sebagai system
jaringan hubungan yang kekal dan penting, serta dapat pula dibedakan masyarakat
yang berasngkutan dengan masyarakat lain. Jadi perbedaan atau ciri-ciri kedua
masyarakat tersebut dapat ditentukan dalam hal lingkungan umumnya dan orientasi
terhadapt alam pekerjaan, ukuran komunikasi, kepadatan penduduk, homogenitas-heterogenotas,
perbedaan social, mobilitas social, interaksi social, pengendalian social, pola
kepemimpinan, ukuran kehidupan, solidaritas social, dan niali atau system lainnya.
Referensi
:
No comments:
Post a Comment