Dec 5, 2015

Tugas 7
·       Perbedaan kepentingan
Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri, jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasakan kepuasan dan sebaliknya kegegelan dalam memenuhi kepentingan akan menimbulkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.
Dengan berpegang perinsip bahwa tingkah laku individu merupakan cara atau alat dalam memenuhi kebutuhannya, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat pada kahikanya merupakan kepuasan memenuhi dari kepentingan tersebut.
Oleh karean individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek peribadinya, baik jasmani maupun rohani, dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal kepentingannya.
Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa :
                               I.            Kepentingan individu untuk memperoleh kasih saying.
                             II.            Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
                          III.            Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
                          IV.            Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.
                            V.            Kepentingan individu untuk dibutuhkan oleh lain.
                          VI.            Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompok.
                       VII.            Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
                     VIII.            Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.
Kenyataan-kenyataan seperti itu menunjukan ketidak mampuan suatu ideology mewujudkan idealism yang akhirnya akan melahirkan kondisi disintegrasi atau konflik. Permasalahan utama dalam tinjauan konflik ini aadalah adanya jarak yang terlalu besar antara harapan dengan kenyataan pelaksanaan dan hasilnya kenyataan itu di sebabkan oleh sudut pandang yang berbeda antara pemerintah ayau penguasa sebagai pemegang kendali ideology dengan bebagai kelompok kepentingan sebagai sub-sub ideology.
Perbedaan kepentingan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi mengenal beberapa fase yaitu :
                            I.            Fase disorganisai yang terjadi karena kesalah pahaman.
                          II.            Fase dis-integrasi yaitu oernyataan tidak setuju.
Fase dis-integrasi memiliki tahapan (Walter W . Martin dkk)
1.     Ketidak sepahaman antar anggota kelompok tentang tujuan yang inin di capai..
2.     Norma social tidak membantu dalam mencapai tujuan yang disepakati.
3.     Sanksi yang telah dihiyanati bertentangan satu sama lain.
4.     Sanksi sudah menjadi lemah.
5.     Tindakan anggota masyarakat sudah bertentangan dengan norma kelompok.
·       Diskriminasi dan Ethosentris
Diskriminisasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakilkan oleh individu tersebut. Diskriminisasi merupakan suatu kejadian yang biasa di jumpai dalam masyarakat pada umumnya, ini disebabkan kareana kecenderungan manusia untuk membeda-bedakan sesuatu hal dengan hal lainnya.
Ketika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik suku, antargolongan, kelamin, ras, agama, dan kepercayaan , aliran politik, kondisi fisik, atau karakteristik lain yang diduga merupakan dasar dari tindakan diskriminasi.
Diskriminsasi langsung, terjadi saat hukum, peraturan atau kebijakan jelas-jelas menyebutkan karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin, ras, dan sebagainya , serta menghambat adanya peluang yang sama.
Disrkiminisasi tidak langsung, terjadi saat peraturan yang bersifat netral menjadi diskriminatif saat diterapkan di lapangan. Diskriminisasi di tempat kerja.
Etnosentrisme cenderung memandang rendah orang lain yang dianggap asing , etnosentisme memandang dan mengukur budaya asing dengan budaya seindiri.(The Random House Dictinory).
Secara umum Etnosentrisme adalah kebiasaan setiap kelompok untuk mengganggap kebudayaan kelompoknya sebagai kebudayaan yang paling baik.biasanya terjadi jika masing-masing budaya bersikukuh dengan indentitasnya, menolak bercampuran dengan kebudayaan lain.
·       Pertentangan dan ketegangan dalam masyarakat
Konflik mengandung tingkah laku yan lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikan sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dalam hal ini terdapat 3 elemen dasar yang merupakan ciri dari situasi konflik, yaitu:
                               I.            Terdapat 2 atau lebih unit-unit atau bagian yang terlibat dalam konflik.
                             II.            Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan, masalah, sikap, maupun gagasan-gagasan.
                          III.            Terdapat interaksi diantara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan tersebut.
Konflik merupakan suatu tindakan yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentuyang sering dihubungkan degan kebencian atau permusuhan, konflik dapat terjadi pada lingkungan:
1.     Pada taraf di dalam diri sendiri, konflik menunjukan adanya pertentangan, ketidak pastian atau emosi dan dorongan yang antagonistic dalam diri seseorang.
2.     Pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan, nilai-nilai dan norma, motivasi untuk menjadi anggota kelompok, serta minat meraka.
3.     Pada taraf masyarakat, konflik jga bersumber pada perbedaan antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan nilai-nilai dan norma-norma dimana kelompok yang bersangkutan berada.
·       Golongan-golongan yang berbeda dan interaksi social
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berabgai suku bangsa dan golongan social yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang mewujudkan Negara Indonesia. Aspek-aspek dari masyarakat :
1.     Suku bangsa dan kebudayaan.
2.     Agama..
3.     Bangsa.
4.     Nasional Indonesia.
·        Integerasi Nasional
Integerasi Nasional identic dengan bahasa yang mempunyai pengertian suatu proses penyatuan atau pembauran berbagai aspek msosial budaya ke dalam kesatuan wilayah dan pembentukan identitas nasional atau bangsa (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989) yang harus dapat menjamin terjadinya keseluruhan, keserasian dan keseimbangan dalam mancapai tujuan bersama sebagai suatu bangsa. Integrasi nasional sebagai suatu konsep dalam kaitan dengan wawasan kebangsaan dalam Negara kesatuan Republik Indonesiaberlandaskan pada aliran pemikiran/pemahaman integralistik yang dicetuskan oleh G.W.F.Hegl(1770-1831).
Pengerian ini behubungan dengan paham idealism untuk mengenal dan memahamisuatu harus dicari kaitannya satu dengan yang lain. Dan untuk mengenal manusia harus dikaitkan dengan masyarakat di sekitarnya dan untuk mengenal suatu masyarakat harus dicari kaitannya dengan proses sejarah.
Istilah intehrasi nasional terdiri dari 2 kata yaitu “Integratis” dan “Nasional”. Istilah “Integritas” mempunyai arti “mutu,sifat,atau keadaan yang menunjukan kesatuan yang untuh sehingga memiliki potensi dan kemmampuan yang memancarkan kewibawaan”(Kamus Lengkap Bahasa Indonesia,2005), sedangkan istilah”Nasional” mempunyai arti kebangsaan, bersifat bangsa sendiri yang meliputi suatu bangsa (Kamus Besar Bahasa Indonesia,1989), berupa adat istiadat, suku, warna kulit keturunan, agama, wilayah, integritas nasioanal wujud keutuhan perinsip moral dan etika bangsa Indonesia dalam kehidupan bernegara (Kamus Lengkap Bahasa Indonesia,2008).
Maka disintegrasi bangsa dapat dikatakan lawan dari arti dari integrasi nasional. Disintegrasi diartikan pula kondisi pecahnya kesatuan dan persatuan bangsa kita. Persatuan dan kesatuan ini dapat dilihat dalam konten kewilayahan maupun kebangsaan yang meliputi kesatuan ekonomi, politik,social budaya, ideology dan pertahanan kemanan.

Referensi :

No comments:

Post a Comment