Nov 20, 2015

Tugas 5 ISD
Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
Ø Pelapisan Sosial
Pelapisan Sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara Hidup dalam kesadaran tertentu. Pelapisan social merupakan gejala yang bersifat keseluruhan. Di dalam  masyarakat mana pun, pelapisan social selalu ada.
Pelapisan Sosial bias saja terjadi saat individu melihat individu lain yang mencakup beberapa factor seperti kekayaan, kekuasaan, kehormatan, ilmu penetahuan. Tanpa kita sadari sebuah pelapisan social dapat terjadi tanpa kita sadari. Contohnya saat seorang dengan menghormati seseorang yang memiliki sesuatu jabatan atau ilmu yang lebih tinggi.
Ada beberapa system yang ada dalam system pelapisan social
                               I.            Stratifikasi Sosial Tertutup (Closed Social Stratification)
Pada stratifikasi social tertutup membahas kemungkinan berpindahnya seseorang dari suatu lapisan ke lapisan lain baik yang merupakan gerak kea atas dan ke bawah. Satu-satunya jalan untuk menjadi anggota dalam stratifikasi social tertutup adalah kelahiran. Stratifikasi sosiak tertutup terdapat dalam masyarakat feudal dan masyarakat berkasta.
                            II.            Stratifikasi Sosial Terbuka (Open Social Statification)
Dalam stratefikasi social terbuka kemungkinan untuk pindah dari suatu lapisan ke lapisan lain sangat besar. Stratifikasi social terbuka memberikan kepada seseorang untuk berpindah lapisan sesuai kemampuan yang dimiliki. Sedangkan bagi masyarakat yang kurang cakap dan tidak beruntung bias jatuh ke lapisan social di bawahnya.
          Ada beberapa teori tentang Pelapisan Sosial
          Pelapisan masyarakat dibagi menjadi beberapa kelas :
                               I.            Kelas Atas (Upper Class)
                            II.            Kelas Bawah (Lower Class)
                         III.            Kelas menengah (Middle  Class)
                        IV.            Kelas menengah ke bawah (Lower Middle Class)
Berikut beberapa pendapat dari beberapa ahli mengenai teori-teori tentang pelapisan masyarakat
1.     Aristoteles : membagi masyarakat menjadi beberapa golongan ekonimi sehingga ada yang kaya, menengah, dan melarat..
2.     Prof.Dr.Selo Sumardjan dan Soelamin Soemardi SH.MA : menyatakan bahwa selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai suatu yang diharhai makanya barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya system berlapis-lapis dalam masyarakat.
3.     Vilfredo Pareto : menyatakan bahwa ada 2 kelas yang senanntiasa berada setiap waktu yaitu golongan elite dan golongan non elit.
4.     Gaotano Mosoa, sarjana Italia. : menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang maju dan penuh kekuasaan 2 kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintahan dan kelas yang diperintah.
5.     Karl Marx: menjelaskan secara tidak langsung tentang lapisan masyarakat. Ia menggunakan istilah kelas yang menurutnya pada pokokya ada 2 macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyai dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan dalam proses produksi.
Ø Kesamaan derajat
Setiap orang sebagai naggota masyarakat mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintahan Negara. Beberapa hak dan kewajiban ditetapkan dalam unndang-undang sebagai hak dan kewajiban asasi. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai sector kehidupan. Hak inilah yang banyak dikenal dengan hak asasi manusia. Persamaan derajat itu dapat dinyatakan dengan HAM (Hak Asasi Manusia) yang telah diatur dalam UUD 45 pasal 1, pasal 2, ayat 1, pasal 7 tentang persamaan hak.
1.     Persanaan Hak
Adanya kekuasaan Negara seolah-olah individu dirasakan sebagai sesuatu yang mengganggu, karena dimana kekuasaan itu berkembang, terpaksa ia memasuki lingkungan hak manusia peribadi dan berkuranglah batas yang dimiliki hak-hak peribadi yang dimiliki itu
2.     Persamaan derajat di Indonesia persamaan derajat adalah persamaan nilai, harga taraf, yang membedakan makhluk yang satu dengan makhluk yang lainnya. Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai makhluk tuhan yang dibekali akal cipta, rasa, karsa, dan hak-hak serta kewajiban asasi manusia. Martabat adalah tingkat harkat kemanusiaan dan kedudukan manusia sebagai makhluk tuhan yang memiliki kemanpuan kordra, hak, dan kewajiban.
Pasal-pasal dalam UUd yang mengatur tentang persamaan hak
A.   Pasal 27
Ayat 1, Berisikan mengenai kewajiban dasar dan hak yang dimiliki Negara yaitu menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan.
Ayat 2, Berisikan mengenai hak setiap warga Negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
B.   Pasal 28
Ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.
C.   Pasal 29
Ayat 1: Kebebasan memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh Negara.
D.   Pasal 31
Ayat 1 dan 2 : mengatur hak asasi mengenai pengajaran.
Ø Elite
Menurut kamus besar bahasa Indonesia (edisi II-1995) menyebutkan elite adalah orang orang terbaik atau pilihan di suatu kelompok dan kelompok kecil orang terpandang atau berderajat tinggi (Kamu bangsawan, cendekiawan, dan lain-lain).
Ada juga yang mengatakan bahwa elit adalah sebagai suatu minoritas peribadi-peribadi yang diangkat untuk melayani suatu konektivitas dengan cara yang bernilai social.
Golongan Elite sebagai minoritas sering ditampilkan dengan beberapa penampilan :
1.     Elite menduduki posisi yang paenting dan cenderi=ung merupakan poros kehidupan masyarakat secara keseluruhan
2.     Faktor utama yang menentukan kedudukan mereka adalah keunggulan dan kebersihan yang dilandasi oelh kemampuan baik yang bersifat fisik maupun psikis, material maupun immaterial, merupakan heriditer maupun pencapaian.
3.     Dalam hal tenggung jawab. Mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar jika dibandingkan dengan masyarakat lain.
4.     Ciri-ciri lain yang merupakan konsekuensi logis dari ketiga hal di atas adalah imbalan yang lebih besar yang diperoleh atas pekerjaan dan urusannya.
Dalam pengertian umum elite itu menunjukan sekelompok orang individu dalam masyaratak yang menempati kedudukan tertinggi. Dalam arti khusus adalah sekelompok orang terkemuka di bidang bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.
Dalam istilah lebih umum seperti contohnya seorang polisi di dalam masyarakat di puncak struktur sosail terpenting yaitu pokisi tertinggi di ekonomi pemerintahan aparat kamiliteran, politik,agama, penhajaran, dan pekerjaan dinas.
Menyebutan fungsi elite dalam mengatur strategi , dalam suatu kehidupan social yang teratur, baik dalam konteks luas maupun yang lebih sempit selallu ada kecenderungan untuk menyisihkan satu golongan tersebut sebagai satu golongan yang penting, memiliki kekuasaan dan mendapatkan kedudukan yang terkemuka jika dibandingkan dengan massa. Penentuan golongan minoritas inin didasari pada pengarahan masyarakat terhadap berbagai peranan yang dilancarkan dalam kehidupan masa kini  serta meletakan dasar-dasar kehidupan masyarakat terhadap berbagai peran yangn diluncurkan dalam kehidupan masa kini serta meletakan dasar dasar kehidupan yang akan dating, golongan minoritas yang berada pada posisi atas secara fungsional dapat berkuasa dan menentukan dalam studi social dikenal dengan elite.
Ø Massa
Penggunaan istilah “Massa” biasa digunakan untuk menunjukan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spontan yang dalam beberapa hal menyerupai keramaian, tapi secara fundamental berbeda dengannya dalam hal hal lain.
Massa diwakili oleh oerang oernag yang berperan serta dalam perilaku massal seperti mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional, meraka yang menyebardi bebeapa tempat, mereka yang berperan dalam suatu migrasi arti luas.
o   Ciri-ciri massa
Terhadap beberpa hal yang penting berbagai ciri cir yang membedeakan di dalam massa:
                                                                               I.            Keanggotaan berasal dari semua lapisan masyarakat atau budaya yang berbeda beda. Orang biasa meneali mereka sebagai massa misalnya oran boring yang sedang mengikuti suatu proses  peradilan tentang pembunuhan misalnya melalui pers.
                                                                            II.            Massa merupakan kelompok yang anonym, natau lebih tepat, tersusun dari individu individuu yan anonym.
                                                                         III.            Sedikit sekali interaksi atau bertukar pengalaman antara anggota anggotanya.
                                                                        IV.            Terdii dari orang orang dalam segala lapisan antara tingkat social
                                                                           V.            Aninim dan heterogen.
                                                                        VI.            Tidak terdapat interaksi dan interelasi.
                                                                     VII.            Tidak mampu bertindak secara teratur.
                                                                  VIII.            Asanya sikap yang kurang keritis, gampang percaya pada pihak lain, amat suggestible (mudah dipengaruhi).

Referensi :
http://ugmyfirmansyah13.blogspot.co.id/2015/01/pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat.html





                                                          

No comments:

Post a Comment